MABAR — Di tengah puing-puing rumah yang rusak akibat gempa, warga Dusun Kubur, Desa Golo Ru’a, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih menunggu perhatian pemerintah. Puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Kondisi tersebut disampaikan Maria Oktaviana Elni, mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Gowa, Sulawesi Selatan.
Ia mengatakan, hingga Kamis (20/8/2026), masyarakat di wilayah tersebut belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, sementara kebutuhan sehari-hari warga semakin mendesak.
Menurut Maria, warga terdampak saat ini membutuhkan bantuan bahan kebutuhan pokok, terutama sembako.
Bantuan tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup selama berada dalam situasi sulit pascabencana.
“Bencana gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menyebabkan puluhan rumah warga Dusun Kubur, Desa Golo Ru’a, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, mengalami kerusakan parah,” ujar Maria saat dikonfirmasi media ini.
Ia menuturkan, kerusakan rumah membuat kondisi kehidupan masyarakat menjadi semakin berat.
Warga tidak hanya menghadapi persoalan tempat tinggal, tetapi juga harus memikirkan kebutuhan pangan untuk bertahan hidup setelah bencana.
Maria berharap pemerintah daerah tidak menunda respons terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
Menurut dia, kehadiran pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan warga memperoleh bantuan sesuai kebutuhan mereka.
“Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah setempat. Saat ini saudara kami sangat membutuhkan bantuan sembako untuk bertahan hidup,” katanya.
Ia juga meminta agar pemerintah segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warga dan rumah-rumah yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Kami berharap pemerintah setempat cepat merespons terkait kondisi yang dialami saudara kami,” tegas Maria.
Bagi warga Dusun Kubur, bantuan kebutuhan pokok menjadi salah satu kebutuhan mendesak di tengah kondisi pascagempa.
Karena itu, Maria berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak.
“Jangan sampai warga yang sedang menghadapi bencana harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bantuan. Mereka membutuhkan kehadiran dan kepedulian kita bersama,” pungkasnya. (es)








