Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi Video Viral Bantuan Gempa, Sebut Distribusi Terkendala Transportasi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI TIMUR – Polemik mengenai pendistribusian bantuan bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mencuat setelah sebuah video viral beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, memberikan klarifikasi bahwa bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur sebenarnya tersedia dalam jumlah banyak, namun saat video tersebut terjadi, bantuan yang telah tiba di Kecamatan Lamba Leda Utara baru satu kendaraan pick up dan satu dump truck.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena kendala transportasi dalam pengiriman bantuan dari tingkat kabupaten ke kecamatan.

“Bantuan itu banyak, benar, untuk Kabupaten Manggarai Timur banyak. Tetapi situasinya pada saat itu baru satu pick up yang sudah masuk di kecamatan terdaftar dan satu dump truck dan itu yang harus kami bagikan,” ujar Agus Supratman, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah pusat tidak langsung didistribusikan hingga tingkat kecamatan. Penyaluran dari pusat, kata dia, berada pada tingkat kabupaten. Selanjutnya, pemerintah kabupaten menerbitkan berita acara dan mendistribusikan logistik kepada kecamatan.

“Soal pendistribusian dari pusat hanya batasnya sampai di Kabupaten, Kabupaten yang terbitkan berita acara dan distribusi logistiknya ke kecamatan,” jelas Agus.

Menurutnya, banyaknya bantuan yang dimaksud dalam informasi sebelumnya merupakan bantuan yang telah masuk secara keseluruhan ke Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan tersebut kemudian tersebar secara bertahap ke sejumlah kecamatan dan desa.

Agus mengatakan, situasi di Lambaleda Utara ketika video tersebut dibuat tidak dapat disamakan dengan kondisi ketersediaan bantuan secara keseluruhan di Kabupaten Manggarai Timur.

Bantuan yang telah berada di kabupaten belum seluruhnya dapat dikirim ke wilayahnya karena persoalan transportasi.

“Sesungguhnya karena persoalan transportasi sehingga bantuan itu belum banyak mengalir ke sana,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian bantuan yang sudah tiba di wilayah Manggarai Timur telah langsung disebarkan ke sejumlah desa dan kecamatan. Sementara bantuan yang masuk ke Lamba Leda Utara pada saat itu masih terbatas.

“Yang dimaksud oleh Pak Deden adalah bantuan yang sudah masuk ke seluruh Kabupaten Manggarai Timur,” ujar Agus.

Agus menambahkan, kondisi distribusi bantuan kemudian mengalami perkembangan. Ia mengaku menyaksikan sendiri bantuan yang terus mengalir untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya sendiri juga saksikan pada hari ini bantuan banyak sekali mengalir dan untuk dibagikan ke 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur,” ungkapnya.

Dalam klarifikasinya, Agus juga menyampaikan permohonan maaf kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur karena sebelumnya tidak dapat memenuhi panggilan pada Minggu lalu.

Ia mengatakan kondisi batinnya saat itu sedang tidak tenang sehingga belum dapat hadir.

“Saya mohon maaf untuk Bapak Sekda. Saya tidak bermaksud membangkang,” katanya.

Agus menegaskan, kehadirannya untuk memberikan klarifikasi dilakukan atas inisiatif sendiri.

Ia membantah adanya tekanan dari pihak mana pun dan menyebut datang bersama istrinya setelah mengatur sendiri jadwal pertemuan.

“Saya tidak ditekan dan saya datang sendiri dan buat jadwal sendiri. Dengan istri saya datang, dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan lebih khususnya kepada Pak Deden dan BNPB,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan penyebaran informasi di media sosial yang dinilainya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Agus mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga situasi dan membantu proses pemulihan masyarakat pascagempa.

“Dengan maksud untuk hentikan semua informasi media sosial yang tidak lebih banyak melenceng. Dan mari kita sama-sama untuk bangun Manggarai Timur dari banyak sisi, lebih khusus pada saat situasi gempa seperti ini,” pungkasnya. (es)

Berita Terkait

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala
Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar
Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎
Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎
Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan
Peternakan Babi di Permukiman Makassar Ditertibkan Usai Keluhan Warga

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:12 WIB

Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran

Berita Terbaru