Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AKARTA—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyebut gangguan kelistrikan di Batam, Kepulauan Riau, diduga berkaitan dengan persoalan teknis jaringan, termasuk dampak petir dan kemungkinan gangguan akibat kelelawar.

Bahlil mengatakan akan berkoordinasi dengan PT PLN untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan tersebut sekaligus mendorong peningkatan pelayanan listrik kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai pembahasan kelistrikan yang turut menjadi perhatian pemerintah. Ia menjelaskan bahwa perbaikan pelayanan listrik di sejumlah daerah perlu dilakukan secara lebih intensif, terutama pada tahap pelaksanaan teknis oleh operator.

“Bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Bahlil, kualitas pelayanan kelistrikan berkaitan erat dengan pelaksanaan teknis di lapangan. Karena itu, persoalan yang terjadi di daerah perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak yang memahami kondisi jaringan dan operasional kelistrikan.

Saat ditanya mengenai laporan PLN terkait penyebab gangguan di Batam, Bahlil menyampaikan adanya sejumlah persoalan teknis yang diduga memengaruhi jaringan listrik. Salah satu faktor yang disebutkannya adalah sambaran petir.

“Ya, ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam itu, dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir,” ujarnya.

Selain petir, Bahlil menyebut kemungkinan adanya gangguan yang melibatkan kelelawar. Namun, ia tidak memaparkan hasil pemeriksaan teknis yang memastikan penyebab tersebut sebagai pemicu utama gangguan kelistrikan di Batam.

Bahlil menegaskan bahwa PLN merupakan pihak yang paling memahami kondisi teknis jaringan serta pelaksanaan operasional kelistrikan di lapangan. Oleh karena itu, ia akan terlebih dahulu membicarakan persoalan tersebut dengan jajaran PLN sebelum memberikan keterangan lebih terperinci.

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” kata Bahlil.

Ia belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab gangguan maupun langkah teknis yang akan diterapkan untuk mengatasi persoalan tersebut. Penjelasan lebih lanjut dari PLN diperlukan untuk memastikan faktor penyebab dan penanganan yang sesuai. (Red)

 

Berita Terkait

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala
Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎
Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎
Febrie Adriansyah Ingin Kembali Berantas Korupsi Jika Bebas dari Dakwaan, Singgung Pengabdian 30 Tahun
Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan
Karhutla Sumatra dan Kalimantan Belum Tuntas, Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:12 WIB

Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Febrie Adriansyah Ingin Kembali Berantas Korupsi Jika Bebas dari Dakwaan, Singgung Pengabdian 30 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama

Berita Terbaru