MANGGARAI TIMUR – Harapan memiliki rumah permanen masih menguat di kalangan warga terdampak gempa bumi di Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski telah menempati hunian sementara (Huntara) bantuan pemerintah, warga masih menantikan kepastian pembangunan hunian tetap (Huntap) agar dapat kembali tinggal di rumah yang layak dan aman.
Salah satu penerima bantuan, Agustinus Rangga, mengaku bersyukur atas bantuan Huntara yang diberikan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hunian berukuran 4 x 6 meter tersebut menjadi tempat tinggal sementara bagi dirinya setelah rumahnya terdampak gempa bumi.
Agustinus berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap agar dirinya dan keluarga dapat memiliki rumah permanen.
“Kami berharap agar pemerintah segera membangun hunian tetap,” ujar Agustinus, Kamis (15/10/2026).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana.
Menurut Agustinus, bantuan Huntara sangat membantu masyarakat dalam melewati masa pemulihan pascagempa. Namun, keberadaan hunian sementara belum menghilangkan harapan warga untuk memperoleh tempat tinggal permanen yang lebih layak.Huntap
Bagi warga terdampak, kepastian pembangunan Huntap menjadi kebutuhan penting agar kehidupan keluarga dapat kembali berjalan normal setelah bencana.
Sementara itu, Direktur Wilayah II sekaligus Satgas BNPB Manggarai Timur, dr. Riswandi, menjelaskan bahwa jumlah Huntara yang direncanakan dibangun di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 2.029 unit.
“Total Huntara yang direncanakan dibangun di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 2.029 unit,” ujar Riswandi.
Program pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama BNPB menyerahkan bantuan Huntara kepada warga terdampak gempa di Bugis pada September 2026. Belum genap sebulan sejak diresmikan, hunian tersebut telah ditempati warga penerima bantuan. (Inong)








