MAKASSAR– Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Tamalatea Makassar (HIMA HUKUM UTAMA) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Ke-I periode 2026–2027 di Aula Universitas Tamalatea Makassar, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Tamalatea yang Solid, Adaptif, dan Berintegritas”. Sejumlah unsur mahasiswa turut hadir, di antaranya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Presiden BEM UTAMA, Ketua Maperwa, serta mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Tamalatea Makassar.
Presiden BEM UTAMA, Egy Tiara Milistyvita Teurupun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa musyawarah besar menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi melalui penetapan program kerja yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Menurut Egy, pembentukan HIMA HUKUM UTAMA harus menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan internal kampus, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sosial.
“Harapannya pembentukan dan Musyawarah Besar HIMA HUKUM UTAMA ini tidak hanya menjadi euforia sesaat tetapi lebih dari itu dapat mengimplementasikan pokok pikiran untuk menjawab realitas sosial yang dialami masyarakat,” ujarnya.
Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Agenda tersebut kemudian diakhiri dengan pemilihan dan penetapan formatur ketua HIMA HUKUM UTAMA untuk periode 2026–2027.
Dalam proses tersebut, HenistiviawatiHenistiviawati memperoleh mandat sebagai formatur terpilih. Terpilihnya Heni menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan organisasi karena untuk pertama kalinya HIMA HUKUM UTAMA akan dipimpin oleh seorang perempuan.
Dalam sambutannya, Heni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berharap seluruh pengurus dan anggota dapat membangun kebersamaan serta mengambil bagian aktif dalam menjalankan roda organisasi.
“Ini adalah awal dari HIMA HUKUM UTAMA harapannya kita semua tidak hanya sekedar membentuk dan menitip nama dalam organisasi tetapi dapat terlibat aktif memajukan Himpunan dan mewujudkan kerja nyata di lingkungan sosial masyarakat,” ungkap Heni.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh anggota agar organisasi tidak sekadar terbentuk secara struktural, tetapi juga mampu menjalankan program yang bermanfaat dan berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.(Red)








