Serpihan KM Feronia Ditemukan di Batu Bolong, Pencarian Dive Master Berlanjut

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan mengevakuasi personel dan penumpang menggunakan perahu karet di Pelabuhan Labuan Bajo, di tengah operasi pencarian korban KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo

Tim SAR Gabungan mengevakuasi personel dan penumpang menggunakan perahu karet di Pelabuhan Labuan Bajo, di tengah operasi pencarian korban KM Feronia di perairan Taman Nasional Komodo

LABUAN BAJO – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian seorang Dive Master perempuan berinisial VBJ (23), korban tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di Perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada hari kedua operasi, Rabu (14/10/2026), tim menemukan sejumlah serpihan material kapal di Perairan Batu Bolong, tetapi keberadaan korban dan bangkai kapal masih belum diketahui.

Kepala Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, mengatakan serpihan yang ditemukan berupa satu buah bantal sofa dan dampra atau pelindung benturan kapal. Temuan tersebut menjadi petunjuk bagi tim untuk memperkirakan arah penyebaran material berdasarkan pergerakan arus laut.

“Tim SAR Gabungan menemukan barang bukti serpihan berupa bantal sofa dan dampra milik KM Feronia terapung di Perairan Batu Bolong sekitar pukul 12.10 WITA. Ini mengindikasikan pola sebaran material akibat arus bawah laut mengarah ke selatan atau barat daya dari titik awal kejadian (TKP),” ujar IPTU Leonardo Marpaung saat memberikan keterangannya pada Rabu malam.

Pada hari kedua, penyisiran permukaan diperluas ke empat sektor utama, yakni Perairan Siaba, Tatawa, Batu Bolong, dan Taka Makassar. Pencarian dilakukan menggunakan armada perahu cepat dan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Operasi ini melibatkan Satpolairud Polres Manggarai Barat, Basarnas, KSOP/Syahbandar, Ditpolairud Polda NTT, KP. Bima Polairud Baharkam Mabes Polri, Lanal Labuan Bajo, serta Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom).

Selain penyisiran permukaan, tim gabungan melaksanakan empat sesi penyelaman di sejumlah titik yang dinilai krusial. Lokasi penyelaman meliputi Perairan Batu Bolong, celah perairan antara Pulau Mawan dan Batu Bolong, perbatasan Manta Point, serta perairan antara Pulau Mawan dan Tatawa Kecil.

Namun, hingga sesi penyelaman terakhir berakhir pada pukul 16.00 WITA, tim belum menemukan bangkai kapal maupun korban. Kuatnya arus bawah laut dan keterbatasan jarak pandang menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

“Hambatan utama di lapangan adalah kontur arus bawah laut yang sangat kuat dan sering berubah arah secara mendadak (underwater turbulence), serta jarak pandang penyelaman (visibility) yang terbatas pada kedalaman tertentu,” papar IPTU Leonardo.

KM Feronia merupakan kapal wisata jenis open deck diving dengan tonase GT 51. Kapal tersebut mengalami kecelakaan pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 14.30 WITA setelah diduga kehilangan kendali akibat pusaran arus laut. Kapal kemudian terbalik dan tenggelam di koordinat 8°31’11.4″S 119°36’02.1″E.

Korban VBJ (23), seorang Dive Master kelahiran Jakarta yang berdomisili di Labuan Bajo, diduga terjebak di dalam toilet sebelah kiri kapal ketika pintu dalam keadaan terkunci. Korban tidak sempat menyelamatkan diri saat kapal miring dan tenggelam dengan cepat.

Sementara itu, nakhoda kapal bernama Isran, Kepala Kamar Mesin (KKM) Irwandi, tiga anak buah kapal (ABK), yakni Falens Tinus Gordi, Wihelmus, dan Rupertus Raman, serta tiga wisatawan asing, yaitu William Barnet, Teagans Monks, dan Yannick Wassmer, berhasil dievakuasi pada hari pertama kejadian.

Ketiga wisatawan asing tersebut dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Untuk mendukung efektivitas operasi berikutnya, sebagian personel SAR Gabungan disiagakan menginap di Pos SAR Padar Utara guna memangkas waktu tempuh menuju lokasi pencarian. Sementara itu, tim utama kembali ke dermaga Pelabuhan Labuan Bajo pada pukul 17.10 WITA.

Pada Rabu malam, seluruh unsur SAR Gabungan menggelar rapat evaluasi teknis di Posko SAR Waterfront Labuan Bajo. Evaluasi dilakukan untuk menentukan kembali koordinat penyisiran, pembagian tim penyelam, serta menyesuaikan strategi dengan kondisi arus laut.

“Rabu malam ini seluruh unsur SAR Gabungan menggelar rapat evaluasi teknis di Posko SAR Waterfront Labuan Bajo. Evaluasi ini penting untuk memetakan ulang koordinat penyisiran, pembagian tim penyelam, serta menyesuaikan pola pergerakan arus laut untuk operasi hari ketiga,” terang IPTU Leonardo. (Red)

 

Berita Terkait

Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Data Rumah Korban Gempa Tahap II Manggarai Timur Rampung, Warga Diberi Ruang Mengoreksi
Ambulans Pembawa Jenazah Masuk Parit di Karangreja, Polisi Turun Tangan Ganti Ban
Usai Video Viral Protes Bantuan Pascagempa, Warga Elar Sampaikan Permintaan Maaf
Ibu Hamil Meninggal di RSUD Borong, LBH Nusa Komodo Manggarai Desak Dugaan Kelalaian Diusut
Camat Lamba Leda Utara Klarifikasi Video Viral Bantuan Gempa, Sebut Distribusi Terkendala Transportasi
Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi Malam Ini, Abu Mengarah ke Barat dan Barat Laut
Duka Flores Menggema hingga Makassar, Mahasiswa Manggarai Bergerak Galang Bantuan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Serpihan KM Feronia Ditemukan di Batu Bolong, Pencarian Dive Master Berlanjut

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Data Rumah Korban Gempa Tahap II Manggarai Timur Rampung, Warga Diberi Ruang Mengoreksi

Selasa, 29 September 2026 - 02:28 WIB

Ambulans Pembawa Jenazah Masuk Parit di Karangreja, Polisi Turun Tangan Ganti Ban

Rabu, 9 September 2026 - 06:54 WIB

Usai Video Viral Protes Bantuan Pascagempa, Warga Elar Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terbaru