Ibu Hamil Meninggal di RSUD Borong, LBH Nusa Komodo Manggarai Desak Dugaan Kelalaian Diusut

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI TIMUR — Tangisan keluarga mengiringi kepergian Selviana Tijung, seorang ibu hamil asal Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan dan operasi caesar di RSUD Borong pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Kematian Selviana kemudian menjadi perhatian publik setelah keluarga menyampaikan sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses penanganan medis. Kisah tersebut juga viral di media sosial dan diberitakan sejumlah media lokal.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Selviana dirujuk dari Puskesmas Dampek ke RSUD Borong pada Rabu, 26 Agustus 2026. Keluarga menyebut rujukan dilakukan karena hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan tindakan operasi.

Namun, menurut keterangan keluarga yang diberitakan, setelah tiba di RSUD Borong, Selviana masih diberikan obat perangsang untuk mencoba persalinan normal.

Suami korban, Petrus Forier Insano, sebelumnya mengungkapkan bahwa kondisi istrinya semakin melemah selama menjalani perawatan. Keluarga juga mempertanyakan alasan operasi caesar baru dilakukan setelah beberapa hari menjalani perawatan. Setelah operasi, Selviana dibawa ke ruang ICU, tetapi nyawanya tidak tertolong. Bayi yang dilahirkan dilaporkan selamat.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi polemik. Pada awalnya, Humas RSUD Borong menyatakan masih melakukan konfirmasi sebelum memberikan keterangan kepada publik.

Dalam perkembangan berikutnya, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi bahwa tidak terdapat penundaan penanganan medis dan seluruh tindakan dilakukan berdasarkan kondisi klinis pasien serta pertimbangan tim medis.

Perbedaan keterangan antara keluarga dan pihak rumah sakit inilah yang mendorong Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Nusa Komodo Manggarai memberikan perhatian serius.

Ketua LBH Nusa Komodo Manggarai, Marsel Ahang, menyatakan pihaknya siap mendampingi keluarga korban apabila keluarga memilih menempuh proses hukum.

“Kami berharap bahwa keluarga korban mengusut tuntas kasus tersebut dan kami dari LBH Nusa Komodo Manggarai siap mendampingi secara gratis agar kasus tersebut bisa ada titik terang,” ujar Marsel Ahang, Kamis (3/9/2026).

Menurut Marsel, kematian seorang ibu yang sedang hamil setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit harus menjadi perhatian serius.

Ia menilai dugaan kelalaian tidak boleh hanya menjadi perdebatan di media sosial, tetapi harus diperiksa melalui mekanisme hukum dan pemeriksaan yang objektif.

“Ini adalah sebuah kelalaian dari oknum para medis di Rumah Sakit Umum Borong,” tegas Marsel.

Meski demikian, dugaan tersebut tetap membutuhkan pembuktian melalui proses pemeriksaan.

Menurutnya, aparat penegak hukum perlu menelusuri seluruh rangkaian kejadian, mulai dari proses rujukan pasien dari Puskesmas Dampek, penanganan ketika tiba di RSUD Borong, pemberian obat perangsang, hingga keputusan melakukan operasi caesar.

“Harapan kami juga Polres Manggarai Timur segera mengendus persoalan tersebut. Karena persoalan tersebut telah diduga bahwa ada kelalaian dari para oknum medis,” katanya.

Marsel menegaskan, pendampingan LBH Nusa Komodo Manggarai bukan semata-mata untuk mencari pihak yang harus disalahkan.

Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan keluarga memperoleh penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Selviana.

“Sehingga menyebabkan kematian dari seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil,” lanjutnya.

Kasus Selviana kini menyisakan duka sekaligus pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Di satu sisi, keluarga mempertanyakan proses penanganan medis yang mereka nilai bermasalah. Di sisi lain, RSUD Borong menyatakan pelayanan telah dilakukan sesuai kondisi klinis dan SOP.

Karena itu, pemeriksaan independen dan penelusuran secara menyeluruh dinilai penting agar polemik tidak berhenti sebagai informasi viral di media sosial.

Keluarga korban berhak mengetahui penyebab kematian, sementara tenaga medis juga berhak mendapatkan proses pemeriksaan yang adil.

“Kami ingin kasus ini ada titik terang. Salam keadilan,” tutup Marsel Ahang.(es)

Berita Terkait

Warga Korban Gempa Masih di Tenda, BNPB Desak Huntara Manggarai Timur Segera Dibangun
GMNI Gowa Desak Pertamina dan Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi
Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini: Makassar Cerah Berawan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca
Multi Krisis Kepung Makassar, KP-GRD Soroti Kelangkaan BBM, LPG 3 Kg dan Listrik
BBM Subsidi Sulit Didapat, Makassar Dipenuhi Antrean hingga 3 Jam 
Di Tengah Dinamika Politik Gowa, Desi Rafitah Ingatkan Pentingnya Etika dan Martabat Perempuan
Papan Penutupan Masih Terpasang, Aktivitas Keluar-Masuk PT IKN Banyumas Jadi Sorotan
Dari Tanah Papua untuk Manggarai Timur, Keluarga Flobamora Waropen Ulurkan Bantuan bagi Korban Gempa 

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:45 WIB

Warga Korban Gempa Masih di Tenda, BNPB Desak Huntara Manggarai Timur Segera Dibangun

Sabtu, 12 September 2026 - 12:50 WIB

GMNI Gowa Desak Pertamina dan Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi

Jumat, 11 September 2026 - 06:16 WIB

Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini: Makassar Cerah Berawan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

Kamis, 10 September 2026 - 23:44 WIB

Multi Krisis Kepung Makassar, KP-GRD Soroti Kelangkaan BBM, LPG 3 Kg dan Listrik

Kamis, 10 September 2026 - 23:16 WIB

BBM Subsidi Sulit Didapat, Makassar Dipenuhi Antrean hingga 3 Jam 

Berita Terbaru