Usai Video Viral Protes Bantuan Pascagempa, Warga Elar Sampaikan Permintaan Maaf

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI TIMUR — Polemik video protes bantuan sembako bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur yang sempat viral di media sosial kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menjadi sorotan publik karena aksi dan pernyataan yang dinilai kontroversial, warga yang berada dalam video tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Saimin Sadang Syawal, warga Kampung Nangalok, Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyampaikan permohonan maaf kepada publik, khususnya kepada Pemuda Manggarai Timur, atas pernyataan dan tindakan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat.

Permintaan maaf itu disampaikan Saimin melalui sebuah video singkat yang kemudian beredar di media sosial.

Dalam pernyataannya, Saimin mengakui bahwa apa yang terjadi sebelumnya merupakan sebuah kekhilafan. Ia menyebut pernyataan yang dibuatnya saat itu muncul sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kondisi bantuan yang diterima pascagempa bumi.

“Yang kemarin telah terjadi beberapa menit itu adalah sesuatu yang sangat khilaf bagi saya. Statement yang tanpa sadar saya buat karena memang itu bentuk kekecewaan kami, bentuk kekecewaan saya selaku masyarakat pasca gempa bumi,” ujar Saimin dalam video singkatnya, Selasa 8 September 2026.

Saimin menjelaskan, kekecewaan tersebut muncul karena bantuan yang diterima masyarakat terdampak, menurutnya, belum memenuhi kebutuhan warga setelah bencana gempa bumi terjadi.

“Bantuannya sangat tidak memenuhi dengan kebutuhan kami pasca gempa bumi yang telah terjadi,” katanya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan protes dan kekecewaan warga terhadap bantuan sembako pascagempa bumi di Manggarai Timur menjadi viral di media sosial.

Video tersebut disebut direkam di wilayah Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar. Dalam rekaman yang beredar, tampak dan terdengar adanya kekecewaan terhadap bantuan yang diterima masyarakat.

Polemik kemudian semakin meluas setelah muncul video yang memperlihatkan bantuan makanan berada dalam situasi yang memicu perhatian publik. Narasi mengenai dugaan tindakan menginjak bantuan sembako pun ramai diperbincangkan dan menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian pihak memahami peristiwa tersebut sebagai luapan kekecewaan warga yang tengah menghadapi situasi sulit pascagempa. Namun, tidak sedikit pula yang menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan terhadap bantuan yang diberikan untuk masyarakat terdampak bencana.

Video itu kemudian menyebar melalui berbagai platform media sosial dan memicu pro dan kontra di tengah masyarakat Manggarai Timur.

Setelah polemik berkembang, Saimin menyatakan menarik sejumlah pernyataan dan unggahan yang sebelumnya disampaikan melalui media sosial.

Ia menyebut unggahan tersebut sebelumnya disampaikan melalui status WhatsApp dan Facebook kepada masyarakat Manggarai Timur, termasuk pihak Pemerintah Daerah yang telah menyaksikan video tersebut.

“Kemudian saya menarik apa-apa yang per hari ini, mulai kemarin, yang saya kirim melalui status WA ataupun Facebook kepada masyarakat Manggarai Timur, khususnya kepada Pemda yang telah menonton video saya itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saimin kembali menegaskan permintaan maafnya atas kekeliruan yang terjadi.

“Atas nama masyarakat, atas nama pribadi, kembali saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan yang saya buat,” katanya.

Permintaan maaf tersebut menjadi perkembangan terbaru dari polemik video protes bantuan pascagempa yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Meski Saimin telah mengakui kekeliruannya dan menyampaikan permohonan maaf, peristiwa tersebut juga menggambarkan adanya kekecewaan yang dirasakan sebagian warga terdampak terkait kebutuhan pascabencana.

Dengan pernyataan tersebut, Saimin berharap permohonan maafnya dapat diterima oleh masyarakat dan seluruh pihak yang merasa keberatan atas pernyataan maupun tindakan yang sebelumnya terjadi.

“Terima kasih atas segala perhatiannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Saimin dalam video singkat tersebut. (even)

Berita Terkait

Warga Korban Gempa Masih di Tenda, BNPB Desak Huntara Manggarai Timur Segera Dibangun
GMNI Gowa Desak Pertamina dan Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi
Multi Krisis Kepung Makassar, KP-GRD Soroti Kelangkaan BBM, LPG 3 Kg dan Listrik
BBM Subsidi Sulit Didapat, Makassar Dipenuhi Antrean hingga 3 Jam 
Di Tengah Dinamika Pemerintahan, GMNI Gowa Dukung Husniah Talenrang Terus Bekerja untuk Rakyat
Sebut Bantuan Memalukan, Wartawan Diduga Justru Injak Sembako Pemda Manggarai Timur
Gelombang Dugaan Keracunan MBG, Ribuan Siswa dan Guru Kembali Jadi Korban
Kemendikdasmen Percepat Pendataan Sekolah Rusak Pascagempa NTT

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:45 WIB

Warga Korban Gempa Masih di Tenda, BNPB Desak Huntara Manggarai Timur Segera Dibangun

Sabtu, 12 September 2026 - 12:50 WIB

GMNI Gowa Desak Pertamina dan Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi

Kamis, 10 September 2026 - 23:44 WIB

Multi Krisis Kepung Makassar, KP-GRD Soroti Kelangkaan BBM, LPG 3 Kg dan Listrik

Kamis, 10 September 2026 - 23:16 WIB

BBM Subsidi Sulit Didapat, Makassar Dipenuhi Antrean hingga 3 Jam 

Rabu, 9 September 2026 - 06:54 WIB

Usai Video Viral Protes Bantuan Pascagempa, Warga Elar Sampaikan Permintaan Maaf

Berita Terbaru