Lima Perangkat Daerah Disebut Penyumbang Terbesar Gagal Capai Target APBD Kubar 2025

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUBAR–Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyebut lima perangkat daerah menjadi penyumbang terbesar terhadap tidak tercapainya target pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Evaluasi pemerintah daerah mencatat sejumlah perangkat daerah mengalami kendala dalam pelaksanaan program dan kegiatan sehingga berdampak terhadap capaian pelaksanaan anggaran.

Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Nopandel, menyampaikan bahwa perangkat daerah yang paling berkontribusi terhadap tidak tercapainya target pelaksanaan APBD yakni Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, serta Sekretariat Daerah.

“Adapun perangkat daerah yang paling berkontribusi terhadap tidak tercapainya target pelaksanaan APBD yaitu pada perangkat daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Sekretariat Daerah,” ujar Nopandel, Rabu 24 Juni 2026.

Menurut Nopandel, persoalan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan realisasi belanja daerah Tahun Anggaran 2025 belum mencapai target yang telah ditetapkan. Sejumlah kegiatan yang berada pada perangkat daerah tersebut tidak berjalan maksimal sesuai rencana awal.

Ia menjelaskan, hambatan terbesar terjadi pada pelaksanaan kegiatan yang bersifat fisik. Beberapa pekerjaan tidak dapat terlaksana secara optimal akibat keterbatasan waktu dalam tahun anggaran serta adanya proses tender ulang yang memengaruhi tahapan kontrak pekerjaan.

“Terdapat beberapa kegiatan yang sifatnya fisik yang tidak dapat dilaksanakan disebabkan karena terkait waktu yang tidak mencukupi tahun anggaran dan adanya tender ulang yang menghambat proses kontrak sehingga penyerapan anggaran dan pencapaian output tidak maksimal,” jelas Nopandel.

Pemerintah daerah menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi perangkat daerah, terutama dalam memastikan kesiapan kegiatan sebelum memasuki tahun pelaksanaan. Perencanaan yang lebih matang dinilai penting agar program yang telah dianggarkan dapat berjalan sesuai target.

Nopandel mengatakan, perangkat daerah harus memperkuat koordinasi mulai dari tahap perencanaan, proses pengadaan, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Hal itu diperlukan agar kendala yang menghambat pelaksanaan kegiatan dapat diminimalisir.

“Evaluasi akan terus dilakukan terhadap perangkat daerah agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan lebih efektif serta tidak terjadi hambatan yang berdampak terhadap pencapaian target,” kata Nopandel.

Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan APBD sangat bergantung pada kemampuan setiap perangkat daerah dalam menjalankan program yang menjadi tanggung jawabnya. Perangkat daerah dengan porsi kegiatan besar harus mampu memastikan proses pelaksanaan berjalan tepat waktu.

Menurutnya, kendala yang terjadi pada sejumlah perangkat daerah menjadi catatan penting pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola pelaksanaan anggaran.

Evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah.

“Setiap perangkat daerah harus mampu meningkatkan kesiapan dan memperhatikan tahapan pelaksanaan kegiatan agar anggaran yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat maksimal,” ungkap Nopandel.

Pemerintah daerah berharap perbaikan pola perencanaan dan pelaksanaan program dapat meningkatkan capaian APBD pada tahun berikutnya.

Berita Terkait

PT Kerinci Merangin Hidro Khitan Gratis 50 Anak, Perkuat Komitmen CSR untuk Kesehatan Masyarakat
Polda Jateng Siapkan 410 Personel Jalani Uji Kompetensi dan Legalitas Penggunaan Senjata Api
SIM Keliling Polrestabes Medan Beroperasi Hingga 5 Juli, Kasatlantas Ajak Warga Segera Perpanjang SIM
Harlah Ponpes Assalam dan Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Siap Digelar, Semua Elemen Berkomitmen Jaga Kondusivitas
Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Dapat Dukungan Berbagai Elemen, Panitia Pastikan Acara Berjalan Aman dan Kondusif
Pergub NTT Soal BBM Bersubsidi Dikritik, Mahasiswa Hukum Soroti Potensi Pelanggaran Kewenangan
Bripda Setya Alvio Bawa Pulang Emas Kapolri Cup Karate 2026, Bukti Konsistensi Atlet Polres Purbalingga
LPPDM NTT Soroti Polemik Penertiban Pajak Kendaraan di SPBU, Pemprov Diminta Perjelas Sosialisasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:27 WIB

PT Kerinci Merangin Hidro Khitan Gratis 50 Anak, Perkuat Komitmen CSR untuk Kesehatan Masyarakat

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:09 WIB

Polda Jateng Siapkan 410 Personel Jalani Uji Kompetensi dan Legalitas Penggunaan Senjata Api

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:53 WIB

SIM Keliling Polrestabes Medan Beroperasi Hingga 5 Juli, Kasatlantas Ajak Warga Segera Perpanjang SIM

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:17 WIB

Harlah Ponpes Assalam dan Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Siap Digelar, Semua Elemen Berkomitmen Jaga Kondusivitas

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:07 WIB

Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Dapat Dukungan Berbagai Elemen, Panitia Pastikan Acara Berjalan Aman dan Kondusif

Berita Terbaru