SENDAWAR—Pelaksanaan Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan menyatakan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung.
Menjelang pelaksanaan acara, panitia telah melakukan audiensi dengan Bupati Kutai Barat serta berkoordinasi dengan berbagai unsur masyarakat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Tokoh masyarakat Kalimantan Timur, H. Syaharie Jaang, menyampaikan bahwa dukungan terhadap kegiatan Tabligh Akbar terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
“Mereka sudah mendukung,” ujarnya.
Syaharie Jaang yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Ketua Forum Kebangsaan Kalimantan Timur, serta Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur, turut memberikan apresiasi atas Hari Lahir Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning Kutai Barat.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari khitanan massal, nikah massal, hingga Tabligh Akbar yang direncanakan menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia dan Ustaz Abdul Somad dapat berjalan sukses.
“Semoga Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning yang selama ini membina para mualaf, tidak hanya di Kutai Barat tetapi juga di Kalimantan Timur, terus berkembang dan membawa manfaat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, lancar, aman, dan penuh keberkahan,” katanya.
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui Rapat Fasilitasi dan Koordinasi Harlah Pondok Pesantren Assalam serta Tabligh Akbar di Masjid Al Muttaqin Islamic Center yang berlangsung di Ruang Rapat Diklat Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat, Jumat (26/6/2026).
Rapat tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Sekretariat Kabupaten Kutai Barat dan dihadiri unsur Forkopimda, Polres Kutai Barat, Kodim 0912/Kutai Barat, Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Badan Kesbangpol, Satpol PP, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, Dewan Adat Kutai Barat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Bamagnas, panitia kegiatan, serta perwakilan organisasi masyarakat.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak sepakat menjaga keamanan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat selama pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut.
Panitia menyatakan kesiapan untuk mematuhi seluruh ketentuan yang telah disepakati bersama. Materi ceramah Ustaz Abdul Somad dipastikan mengusung tema yang menyejukkan, mengedepankan nilai Islam rahmatan lil alamin, tidak menyinggung agama lain, serta tidak membuka sesi tanya jawab.
Sebagai bentuk komitmen bersama, Yayasan Pondok Pesantren Assalam bersama Pengurus Masjid Al Muttaqin Islamic Center telah menandatangani surat pernyataan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait demi menjaga kelancaran kegiatan.
Panitia juga menegaskan bahwa Tabligh Akbar tidak bekerja sama secara khusus dengan organisasi kemasyarakatan tertentu. Materi ceramah yang disampaikan Ustaz Abdul Somad akan tetap menyesuaikan tema kegiatan, tidak bertentangan dengan norma, serta menjunjung tinggi nilai kerukunan antarumat beragama.
Dengan dukungan berbagai pihak, rangkaian Harlah Pondok Pesantren Assalam dan Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kutai Barat diharapkan berjalan aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(es)









Komentar