GUNUNGSITOLI–Kegiatan gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan merupakan budaya positif yang perlu terus dipelihara. Kehadiran seorang pemimpin di tengah masyarakat dalam kegiatan seperti itu juga dapat menjadi simbol keteladanan dan membangun semangat kebersamaan.
Namun, pengamat kebijakan daerah Yusman Dawolo menilai seorang wali kota perlu lebih banyak mencurahkan perhatian pada pekerjaan strategis yang berdampak luas bagi masyarakat, bukan terlalu sering terlibat dalam pekerjaan teknis dan operasional yang sudah memiliki perangkat pelaksana.
Menurutnya, pekerjaan seperti membersihkan rumput, menyapu jalan, mengangkat sampah, hingga membersihkan drainase merupakan tugas yang telah menjadi tanggung jawab perangkat teknis pemerintah, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, kelurahan, hingga petugas lapangan.
“Pemimpin daerah memang perlu turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat, tetapi tugas utama wali kota adalah memastikan arah pembangunan berjalan tepat, kebijakan dibuat secara efektif, dan seluruh perangkat pemerintah bekerja maksimal,” ujar Yusman, Sabtu 27 Juni 2026.
Ia menjelaskan, seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin strategis yang harus mampu menyusun visi pembangunan, menentukan prioritas, mengelola sumber daya, serta mengambil keputusan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Yusman menilai masyarakat membutuhkan pemimpin yang fokus memikirkan persoalan besar daerah, seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, memperbaiki infrastruktur, menyediakan layanan air bersih, meningkatkan pendidikan, kesehatan, serta mempercepat pelayanan publik.
“Keberhasilan seorang wali kota tidak hanya dilihat dari seberapa sering tampil dalam kegiatan simbolik, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat selama masa kepemimpinannya,” katanya.
Menurutnya, daerah yang maju bukan karena pemimpinnya paling sering melakukan pekerjaan teknis, melainkan karena memiliki pemimpin yang mampu membangun sistem pemerintahan yang kuat, membuat kebijakan yang tepat, dan memastikan seluruh aparatur bekerja sesuai fungsi masing-masing.
Yusman tetap mengapresiasi kegiatan gotong royong sebagai bagian dari membangun budaya hidup bersih dan kepedulian sosial. Namun, ia berharap porsi terbesar energi seorang wali kota diarahkan pada pekerjaan strategis yang hanya dapat dilakukan oleh seorang kepala daerah.
“Rakyat membutuhkan pemimpin yang mampu menciptakan peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan menghadirkan pembangunan yang nyata. Karena ukuran keberhasilan pemimpin adalah dampaknya bagi kehidupan masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Yarmend









Komentar