BNPB Tinjau Banjir Muara Beloan, Pemkab Kutai Barat Dorong Penguatan Dukungan Penanganan Bencana

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUBAR–Upaya penanganan banjir yang melanda Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, mendapat perhatian pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang masih diperlukan di lapangan, Sabtu (30/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat respons terhadap bencana banjir yang berdampak pada aktivitas dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Selain melakukan pemantauan lapangan, BNPB juga membawa bantuan logistik untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

Peninjauan itu dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan dan disambut Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani. Turut hadir Analis Kebencanaan Ahli Madya Erlangga, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Amansyah, Penjabat Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi, Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat Yudianto Rihartono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rion, serta Kepala Dinas Sosial Adolfus Edhardus Pontus.

Setelah tiba di Bandar Udara Melalan, Kecamatan Barong Tongkok, rombongan langsung menuju Kampung Muara Beloan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak banjir serta berdialog dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan BNPB terhadap kondisi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat, khususnya Kampung Muara Beloan yang menjadi salah satu daerah terdampak.

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat penting dalam memperkuat upaya penanganan bencana di daerah. Selain bantuan logistik, kebutuhan sarana transportasi bagi masyarakat juga menjadi perhatian utama mengingat kondisi wilayah yang bergantung pada akses sungai saat banjir terjadi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengusulkan tambahan bantuan berupa perahu bagi masyarakat setempat. Sarana tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas warga serta memperlancar distribusi bantuan ketika akses darat terganggu akibat banjir.

“Bantuan perahu tersebut sangat diperlukan karena menjadi alat transportasi utama warga pada saat musim banjir seperti sekarang ini,” ujar Frederick.

Sementara itu, Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi masyarakat terdampak sekaligus menginventarisasi kebutuhan yang masih diperlukan dalam penanganan darurat.

“Kami datang untuk mengecek secara langsung warga yang terdampak banjir. Kami juga membawa beberapa bantuan dari BNPB Pusat berupa sembako dan tempat tidur untuk korban banjir. Teman-teman BPBD Kutai Barat juga diharapkan bisa menyampaikan apa saja bantuan yang kurang, yang bisa ditambahkan lagi untuk warga yang terkena dampak banjir ini,” katanya.

Menurut Djohan, informasi dari pemerintah daerah dan BPBD akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk dukungan lanjutan yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.

Pada kesempatan yang sama, Camat Muara Pahu Mauliddin Said menjelaskan bahwa Kampung Muara Beloan berada di antara dua aliran sungai besar, yakni Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu. Kondisi geografis tersebut membuat wilayah itu rentan terdampak banjir ketika debit air kedua sungai meningkat secara bersamaan.

Saat ini tercatat sebanyak 22 kepala keluarga terdampak banjir di kampung tersebut. Pemerintah kecamatan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air.

Selain itu, Mauliddin juga mengusulkan pembangunan pelabuhan terapung sebagai sarana pendukung evakuasi masyarakat saat terjadi banjir dengan ketinggian air yang signifikan.

“Dengan adanya pelabuhan terapung, ketika banjir meningkat drastis akan tersedia tempat yang dapat digunakan untuk proses evakuasi masyarakat,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan BNPB yang telah meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak banjir di wilayahnya.

 

Berita Terkait

SP3 Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Kutai Barat Dipersoalkan, Kuasa Hukum Adukan Penyidik ke Propam
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026
Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP
Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Kejanggalan SP3 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kutai Barat
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Bukateja Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga
Jenazah PMI Asal Malaka yang Meninggal di Malaysia Dipulangkan, BP3MI NTT Ingatkan Bahaya Jalur Nonprosedural
Hak Petani Plasma Belum Dibayar, Warga Jerang Melayu Ancam Tempuh Jalur Hukum
STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 313 Sarjana, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Cetak SDM Berdaya Saing

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:01 WIB

SP3 Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Kutai Barat Dipersoalkan, Kuasa Hukum Adukan Penyidik ke Propam

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:39 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:07 WIB

Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP

Senin, 15 Juni 2026 - 15:33 WIB

Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Kejanggalan SP3 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kutai Barat

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:09 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Bukateja Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga

Berita Terbaru