KUBAR–Dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan banjir di Kabupaten Kutai Barat kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dari Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Minggu (31/5/2026).
Bantuan yang diserahkan BNPB terdiri dari 250 paket sembako, 150 paket selimut, 50 paket hygiene kit, 150 lembar matras, dan 100 paket peralatan kebersihan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Mahakam di sejumlah wilayah Kutai Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Frederick Edwin didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat Kamius Junaidi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kutai Barat. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Kehadiran BNPB adalah bukti negara hadir. Saya instruksikan BPBD dan seluruh instansi terkait menyalurkan bantuan ini secara transparan, akurat, dan tepat sasaran. Camat agar terus memotivasi warga, dan pemerintah daerah akan mendampingi proses pemulihan,” kata Frederick Edwin.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diterima akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui koordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan, serta pemerintah kampung. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang terdampak.
Menurut Frederick, banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam membantu percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang memadai. Pemerintah daerah akan terus hadir bersama warga sampai kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana lainnya, termasuk kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi pada musim kemarau.
Frederick menyebutkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
“Kerja sama semua pihak sangat diperlukan. Dengan koordinasi yang baik, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” tuturnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan BNPB dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir sekaligus mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga.









Komentar