Festival Sempekat Harmoni Budaya 2026 Resmi Dibuka, Jadi Wadah Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Daerah

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUBAR–Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Sendawar (TBS) dengan semangat memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku seni, budayawan, pelajar, komunitas budaya, hingga pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Kutai Barat.

Pembukaan festival yang digelar pada Selasa malam, 2 Juni 2026, pukul 20.00 Wita itu menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan tradisi yang dimiliki.

Ketua Panitia Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026, FX Sumardi, mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang terus berubah.

“Festival Sempekat Harmoni Budaya Kabupaten Kutai Barat ini diselenggarakan sebagai upaya pelestarian, pengembangan, dan promosi seni budaya daerah sekaligus sebagai media untuk mempererat persatuan dan harmoni masyarakat Kutai Barat yang terdiri dari berbagai suku, adat, dan budaya,” ujar FX Sumardi dalam laporannya.

Menurutnya, pelaksanaan festival pada bulan Juni juga memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan Bulan Bung Karno yang identik dengan semangat berkepribadian dalam budaya sebagaimana tercermin dalam konsep Trisakti.

FX Sumardi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, mulai dari melestarikan nilai-nilai budaya sebagai warisan leluhur hingga meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya lokal.

“Tujuan kegiatan ini adalah melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi daerah sebagai warisan leluhur, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya lokal, mengembangkan ekonomi kreatif daerah, memberikan ruang ekspresi bagi para seniman dan pelaku budaya, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kutai Barat,” katanya.

Ia menambahkan Festival Sempekat Harmoni Budaya 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Juni 2026, dengan menghadirkan berbagai perlombaan budaya, pameran UMKM, festival kuliner, pertunjukan seni tradisional, hingga Dinosaurus Show yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat.

“Kami berharap festival ini dapat menjadi agenda budaya tahunan yang terus berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, seniman, komunitas budaya, serta masyarakat luas,” ujarnya.

Selain menjadi sarana hiburan, festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi sanggar seni dan komunitas budaya untuk menampilkan karya serta potensi yang dimiliki.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani yang mewakili Bupati Kutai Barat secara resmi membuka festival tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat sempekat merupakan identitas masyarakat Kutai Barat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kata Sempekat bukan sekadar slogan, melainkan ruh dan identitas masyarakat Kutai Barat. Sempekat mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, musyawarah, dan gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” kata Nanang.

Menurutnya, keberagaman suku, adat, dan budaya yang ada di Kutai Barat merupakan kekayaan yang harus dirawat melalui berbagai kegiatan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui festival ini kita tidak hanya menampilkan keindahan tari, musik tradisional, kuliner, dan budaya daerah, tetapi juga memperkuat harmoni sosial agar Kutai Barat tetap menjadi daerah yang damai, beradat, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Nanang juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan sektor pariwisata dan kebudayaan sebagai salah satu prioritas pembangunan yang mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pariwisata dan kebudayaan merupakan aset besar yang dimiliki Kutai Barat. Jika dikelola dengan baik, sektor ini dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.

 

Berita Terkait

SP3 Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Kutai Barat Dipersoalkan, Kuasa Hukum Adukan Penyidik ke Propam
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026
Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP
Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Kejanggalan SP3 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kutai Barat
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Bukateja Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga
Jenazah PMI Asal Malaka yang Meninggal di Malaysia Dipulangkan, BP3MI NTT Ingatkan Bahaya Jalur Nonprosedural
Hak Petani Plasma Belum Dibayar, Warga Jerang Melayu Ancam Tempuh Jalur Hukum
STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 313 Sarjana, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Cetak SDM Berdaya Saing

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:01 WIB

SP3 Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Kutai Barat Dipersoalkan, Kuasa Hukum Adukan Penyidik ke Propam

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:39 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:07 WIB

Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP

Senin, 15 Juni 2026 - 15:33 WIB

Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Kejanggalan SP3 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kutai Barat

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:09 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Bukateja Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga

Berita Terbaru