Sehari Setelah Dicopot Presiden Prabowo, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sehari setelah dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dadan terlihat keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 17.12 WIB. Ia mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dan langsung digiring menuju mobil tahanan tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan dari jabatan Kepala BGN pada Selasa (2/6/2026). Sehari setelah pencopotan tersebut, penyidik Kejagung melakukan penggeledahan di kantor BGN.

Hingga kini, Kejagung belum mengungkap secara rinci perkara yang menjerat Dadan hingga ditetapkan sebagai tersangka. Namun, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengungkap bahwa pencopotan itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Grati (MBG).

“Ya, kemungkinan besar seperti itu. Banyak informasi yang masuk kepada Presiden,” ujar Dudung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Saat ditanya lebih lanjut apakah dugaan jual beli dapur SPPG menjadi alasan utama pencopotan Dadan, Dudung menyebut hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian Presiden.

“Ya, salah satu faktornya itu,” tegasnya.

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Harlah Ponpes Assalam dan Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Siap Digelar, Semua Elemen Berkomitmen Jaga Kondusivitas
Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Dapat Dukungan Berbagai Elemen, Panitia Pastikan Acara Berjalan Aman dan Kondusif
Pergub NTT Soal BBM Bersubsidi Dikritik, Mahasiswa Hukum Soroti Potensi Pelanggaran Kewenangan
Lima Perangkat Daerah Disebut Penyumbang Terbesar Gagal Capai Target APBD Kubar 2025
Cipayung Plus Makassar Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan, Soroti Ekonomi, Gizi, Pendidikan hingga Ketenagakerjaan
Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP
LSM KCBI Nias Barat Minta KPK dan Kejagung Audit Proyek RSUD Cerah Medika Rp138 Miliar
Guru dan Siswa SMK Negeri 1 Poco Ranaka Bergotong Royong Perbaiki Jalan, Harapkan Perhatian Bupati Manggarai Timur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:17 WIB

Harlah Ponpes Assalam dan Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Siap Digelar, Semua Elemen Berkomitmen Jaga Kondusivitas

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:07 WIB

Tabligh Akbar UAS di Kutai Barat Dapat Dukungan Berbagai Elemen, Panitia Pastikan Acara Berjalan Aman dan Kondusif

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:05 WIB

Lima Perangkat Daerah Disebut Penyumbang Terbesar Gagal Capai Target APBD Kubar 2025

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:15 WIB

Cipayung Plus Makassar Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan, Soroti Ekonomi, Gizi, Pendidikan hingga Ketenagakerjaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:07 WIB

Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP

Berita Terbaru