KUBAR – Kebakaran melanda sebuah rumah kos di RT 2 Kampung Purworejo, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (7/6/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun satu unit sepeda motor hangus terbakar dan sebuah mobil minibus mengalami kerusakan pada bagian belakang.
Untuk mengendalikan api, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan lima unit armada dari tiga posko berbeda. Satu unit berasal dari Posko Tering, tiga unit dari Posko Linggang Bigung, dan satu unit dari Posko Barong Tongkok.
Koordinator Lapangan Damkar Pos Kecamatan Linggang Bigung, Lukas, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.37 Wita. Petugas segera bergerak ke lokasi setelah mendapat informasi dari warga.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 09.37 Wita. Setelah itu petugas langsung menuju lokasi dan tiba kurang lebih sepuluh menit kemudian,” kata Lukas saat dikonfirmasi.
Saat petugas tiba, api telah membakar sebagian besar bangunan rumah kos. Tim pemadam kemudian fokus melakukan penanganan agar kobaran api tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meski kebakaran berhasil dikendalikan, penyebab pasti munculnya api hingga kini masih belum diketahui. Petugas belum dapat memperoleh keterangan dari pemilik bangunan karena yang bersangkutan belum berada di lokasi saat proses penanganan berlangsung.
“Hingga kegiatan pemadaman dan pendinginan selesai, kami belum bertemu dengan pemilik kos. Karena itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan,” ujarnya.
Lukas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena bangunan rumah kos mengalami kerusakan dan sejumlah kendaraan ikut terdampak.
“Korban jiwa nihil. Ada satu unit sepeda motor yang terbakar habis dan satu mobil minibus terdampak. Bagian belakang minibus terbakar sekitar 20 hingga 30 persen,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan instalasi listrik dan peralatan elektronik di lingkungan rumah maupun tempat usaha.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan elektronik. Banyak kejadian kebakaran yang dipicu oleh faktor tersebut,” katanya.
Selain itu, Lukas meminta warga segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas pemadam agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kalau terjadi kebakaran, segera hubungi Damkar. Jangan hanya mengunggah ke media sosial karena kami tidak selalu memantau media sosial. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” tegasnya.









Komentar