KUTAI BARAT – Desa Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Kutai Barat. Prestasi sebagai peraih peringkat ketiga desa budaya tingkat nasional tahun 2025 menjadi modal penting untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata.
“Tanjung Isuy pada tahun 2025 berhasil menempati posisi ketiga sebagai desa budaya tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Barat sekaligus bukti bahwa potensi budaya daerah memiliki nilai yang sangat besar,” ujar Sumardi, Selasa (2/6/2026) malam.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga peluang untuk memperluas promosi daerah ke tingkat nasional. Dengan status yang telah diraih, Tanjung Isuy dinilai mampu menarik wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan budaya masyarakat setempat.
Sumardi menjelaskan, sektor budaya memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan daerah karena menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai ekspresi budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Kutai Barat.
“Selama ini orang mengenal Kutai Barat melalui keindahan alamnya. Ke depan, budaya harus menjadi kekuatan yang melengkapi daya tarik tersebut sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh ketika berkunjung,” katanya.
Ia menegaskan, pengembangan desa budaya harus didukung keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Pelestarian adat, kesenian, bahasa daerah, hingga tradisi turun-temurun perlu terus dijaga agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Tanjung Isuy memberikan contoh bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga warisan leluhur. Ketika budaya tetap hidup, maka peluang untuk mengembangkannya sebagai aset pariwisata juga semakin terbuka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sumardi berharap keberhasilan Tanjung Isuy dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain yang memiliki kekayaan budaya serupa. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakter dan potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkaya destinasi wisata di Kutai Barat.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan wisata budaya merupakan salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan dinilai dapat membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif, perajin, seniman, hingga masyarakat yang terlibat dalam layanan pariwisata.
“Kami berharap keberhasilan Tanjung Isuy dapat memotivasi kampung lain untuk terus melestarikan budaya. Potensi yang dimiliki setiap daerah sangat besar apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan,” tuturnya.
Sumardi optimistis Tanjung Isuy dapat menjadi lokomotif pengembangan wisata budaya di Kutai Barat. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Harapan kami, Tanjung Isuy mampu menjadi lokomotif pengembangan wisata budaya di Kutai Barat. Ketika kunjungan terus meningkat, dampaknya akan dirasakan masyarakat melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan semakin kuatnya identitas budaya daerah,” pungkasnya.









Komentar