GUNUNGSITOLI– Ketika keterbatasan ekonomi hampir memaksanya mengubur cita-cita, Erika Mendrofa akhirnya kembali memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan.
Siswi berprestasi asal Kota Gunungsitoli itu menerima bantuan biaya pendidikan yang membuat langkahnya menuju masa depan tidak lagi terhenti di tengah jalan.
Bantuan tersebut disalurkan melalui DPD Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, Senin (1/6/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak berprestasi yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Di balik berbagai prestasi yang diraihnya di sekolah, Erika menyimpan kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui orang. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas sempat membuatnya berada di ambang kehilangan kesempatan untuk tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan.
“Yang membuat saya sedih bukan ketika seorang anak lahir dalam keterbatasan. Yang menyedihkan adalah ketika anak yang memiliki kecerdasan, semangat, dan cita-cita besar harus berhenti sekolah hanya karena keluarganya tidak mampu membayar biaya pendidikan,” ujar Yusman Dawolo atau yang akrab disapa Bang YD.
Menurutnya, pendidikan merupakan jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik. Karena itu, anak-anak yang memiliki kemauan belajar dan prestasi harus mendapat dukungan agar tetap dapat menggapai cita-cita mereka.
“Anak-anak seperti Erika tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan. Mereka membutuhkan orang-orang yang mau percaya bahwa suatu hari mereka bisa menjadi kebanggaan keluarga, daerah, bahkan bangsa ini,” katanya.
Melalui Gerakan Peduli Kota Gunungsitoli, bantuan pendidikan diberikan kepada Erika agar dapat terus mengikuti proses belajar mengajar dan menghadapi ujian kenaikan kelas tanpa terbebani persoalan biaya.
Di hadapan pengurus Gerakan Peduli yang turut hadir, Erika tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih kepada Bang YD dan Gerakan Peduli yang telah membantu saya tetap sekolah. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan ini,” ucapnya.
Erika berjanji akan belajar lebih giat dan berusaha mewujudkan cita-citanya agar dapat membanggakan keluarga serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Suatu hari nanti saya ingin membalas kebaikan ini dengan menjadi orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, dan membantu anak-anak lain yang mengalami kesulitan seperti saya,” tuturnya.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Bagi Erika, bantuan yang diterimanya bukan sekadar dukungan biaya pendidikan, melainkan harapan yang kembali tumbuh saat mimpinya nyaris terhenti.
Di akhir pertemuan, Bang YD mengajak berbagai pihak untuk lebih peduli terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
“Jangan biarkan kemiskinan merampas mimpi anak-anak kita. Tidak ada anak yang boleh kehilangan masa depannya hanya karena keadaan ekonomi orang tuanya. Jika hari ini kita mampu menyelamatkan satu anak untuk tetap sekolah, sesungguhnya kita sedang menyelamatkan satu keluarga dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Kisah Erika menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak berprestasi yang tengah berjuang mempertahankan mimpinya di tengah keterbatasan.
Penulis: Yarmend









Komentar