BNI Pertahankan Rating ESG Global, Perkuat Pembiayaan Hijau untuk Dukung Transisi Energi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA –PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan mempertahankan kinerja positif pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu keberlanjutan, BNI tidak hanya menjaga kualitas tata kelola perusahaan, tetapi juga terus memperluas pembiayaan hijau sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda transisi energi dan target net zero emission Indonesia.

Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, mengatakan keberlanjutan telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis perseroan. Menurutnya, BNI berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kinerja keuangan dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Karena itu, prinsip ESG tidak hanya menjadi komitmen, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis utama BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alexandra, Selasa 2 Juni 2026.

Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan BNI mempertahankan MSCI ESG Rating pada level A pada 2025. Selain itu, perseroan juga mencatat peningkatan skor penilaian dari Sustainalytics, yang menunjukkan penguatan kualitas tata kelola dan pengelolaan risiko keberlanjutan perusahaan.

Alexandra menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa langkah transformasi yang dijalankan BNI mendapat pengakuan dari lembaga internasional. Menurutnya, kepercayaan pasar terhadap perusahaan semakin kuat ketika praktik bisnis yang dijalankan mampu memenuhi standar keberlanjutan global.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa BNI terus bergerak ke arah yang lebih baik dalam menerapkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap berbagai tantangan global. Kepercayaan investor dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi keberlanjutan perusahaan ke depan,” katanya.

Selain penguatan tata kelola, implementasi ESG juga dilakukan melalui berbagai langkah efisiensi operasional. Sepanjang tahun 2025, BNI mencatat penghematan energi sebesar 559.194 Giga Joule (GJ). Penghematan tersebut didukung oleh penerapan standar Green Building, optimalisasi digitalisasi layanan, serta pengurangan penggunaan kertas dalam berbagai proses bisnis.

Menurut Alexandra, transformasi digital tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya operasional, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon perusahaan.

“Digitalisasi yang kami lakukan memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional, langkah ini juga membantu mengurangi konsumsi sumber daya serta mendukung upaya penurunan emisi karbon secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pada sektor pembiayaan, BNI terus memperbesar porsi portofolio hijau melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor berkelanjutan. Pembiayaan tersebut mencakup energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam hayati, bangunan hijau, hingga transportasi ramah lingkungan yang menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun.

Alexandra menegaskan bahwa penguatan pembiayaan hijau merupakan bagian dari kontribusi nyata BNI dalam mendukung transformasi ekonomi nasional menuju pembangunan rendah karbon.

“Kami akan terus memperluas dukungan kepada sektor-sektor yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Pembiayaan hijau bukan hanya peluang bisnis, tetapi juga bentuk kontribusi kami dalam mempercepat transisi energi dan menciptakan ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, serta berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menambahkan, BNI optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem ekonomi hijau melalui pengembangan sumber daya manusia di bidang ESG, inovasi digital berkelanjutan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Berita Terkait

Jenazah PMI Asal Malaka yang Meninggal di Malaysia Dipulangkan, BP3MI NTT Ingatkan Bahaya Jalur Nonprosedural
STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 313 Sarjana, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Cetak SDM Berdaya Saing
LSM KCBI Nias Barat Minta KPK dan Kejagung Audit Proyek RSUD Cerah Medika Rp138 Miliar
Harga LPG 3 Kg di Gunungsitoli Dikeluhkan Warga, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan
Kebakaran Gegerkan Tering, Rumah Kos Ludes dan Minibus Ikut Terbakar
Budi Permanto Ungkap Kronologi Sengketa Lahan dengan Perusahaan Tambang: Dikelola Sejak 2005, Digusur Tanpa Persetujuan
Budi Permanto Pertanyakan Komitmen PT TIS Setelah Menang Gugatan Perdata Tingkat Pertama
Gerakan Peduli Hadirkan Cahaya Harapan bagi Keluarga Ama Ripin di Pesisir Humene

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:21 WIB

STIE Sakti Alam Kerinci Wisuda 313 Sarjana, Perkuat Peran Perguruan Tinggi Cetak SDM Berdaya Saing

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:55 WIB

LSM KCBI Nias Barat Minta KPK dan Kejagung Audit Proyek RSUD Cerah Medika Rp138 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:12 WIB

Harga LPG 3 Kg di Gunungsitoli Dikeluhkan Warga, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:48 WIB

Kebakaran Gegerkan Tering, Rumah Kos Ludes dan Minibus Ikut Terbakar

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:49 WIB

Budi Permanto Ungkap Kronologi Sengketa Lahan dengan Perusahaan Tambang: Dikelola Sejak 2005, Digusur Tanpa Persetujuan

Berita Terbaru