Kobaran Api Hanguskan Ekskavator di Empas, Penyebab Masih Misterius

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUBAR – Satu unit ekskavator terbakar saat beroperasi di area pembukaan lahan di RT 2 Kampung Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.

Kebakaran tersebut dilaporkan warga kepada petugas pemadam kebakaran. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pendataan dan laporan lengkap dari petugas yang berada di lokasi kejadian.

Koordinator Damkar Pos Barong Tongkok, David Herwoto, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran alat berat yang digunakan di kawasan pembukaan lahan. Setelah menerima informasi, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

“Kalau kejadiannya sekitar pukul 09.30 WITA, lokasinya di Kampung Empas, Kecamatan Melak,” kata David saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, ekskavator tersebut diduga digunakan untuk kegiatan pembukaan lahan kaplingan. Namun, identitas pemilik alat berat itu masih belum diketahui.

“Untuk pemiliknya kami belum mengetahui secara pasti. Informasi sementara yang kami terima, alat itu digunakan untuk membuka lahan kaplingan,” ujarnya.

David menjelaskan, dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan pada sistem kelistrikan ekskavator. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan petugas di lapangan.

“Dugaan awalnya karena korsleting listrik. Tetapi kami masih menunggu laporan dari anggota yang berada di lokasi,” katanya.

Menurut dia, laporan pertama kali berasal dari warga yang melihat kobaran api pada alat berat tersebut. Petugas kemudian melakukan respons cepat guna memastikan api tidak merambat ke area lain di sekitar lokasi pembukaan lahan.

Selain melakukan pengamanan, petugas juga mendata kondisi ekskavator yang terbakar. Hingga berita ini diturunkan, tingkat kerusakan alat berat maupun total kerugian akibat kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan.

David menegaskan seluruh informasi yang tersedia saat ini masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.

“Anggota kami masih berada di lapangan. Untuk informasi detail terkait kronologi, kondisi alat, maupun penyebab pasti kebakaran masih menunggu laporan resmi,” tegasnya.

Berita Terkait

Lembaga Adat Diminta Aktif Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan di Kutai Barat
SP3 Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Kutai Barat Dipersoalkan, Kuasa Hukum Adukan Penyidik ke Propam
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026
Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP
Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Kejanggalan SP3 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kutai Barat
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Bukateja Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga
Jenazah PMI Asal Malaka yang Meninggal di Malaysia Dipulangkan, BP3MI NTT Ingatkan Bahaya Jalur Nonprosedural
Hak Petani Plasma Belum Dibayar, Warga Jerang Melayu Ancam Tempuh Jalur Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:14 WIB

Lembaga Adat Diminta Aktif Kawal Penyelesaian Sengketa Lahan di Kutai Barat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:01 WIB

SP3 Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Kutai Barat Dipersoalkan, Kuasa Hukum Adukan Penyidik ke Propam

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:39 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:07 WIB

Kekayaan Bersih Daerah Sentuh Rp10 Triliun, Kutai Barat Pertahankan WTP

Senin, 15 Juni 2026 - 15:33 WIB

Kuasa Hukum Korban Laporkan Dugaan Kejanggalan SP3 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kutai Barat

Berita Terbaru