KUBAR – Satu unit ekskavator terbakar saat beroperasi di area pembukaan lahan di RT 2 Kampung Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.
Kebakaran tersebut dilaporkan warga kepada petugas pemadam kebakaran. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pendataan dan laporan lengkap dari petugas yang berada di lokasi kejadian.
Koordinator Damkar Pos Barong Tongkok, David Herwoto, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran alat berat yang digunakan di kawasan pembukaan lahan. Setelah menerima informasi, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
“Kalau kejadiannya sekitar pukul 09.30 WITA, lokasinya di Kampung Empas, Kecamatan Melak,” kata David saat dikonfirmasi.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, ekskavator tersebut diduga digunakan untuk kegiatan pembukaan lahan kaplingan. Namun, identitas pemilik alat berat itu masih belum diketahui.
“Untuk pemiliknya kami belum mengetahui secara pasti. Informasi sementara yang kami terima, alat itu digunakan untuk membuka lahan kaplingan,” ujarnya.
David menjelaskan, dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan pada sistem kelistrikan ekskavator. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan petugas di lapangan.
“Dugaan awalnya karena korsleting listrik. Tetapi kami masih menunggu laporan dari anggota yang berada di lokasi,” katanya.
Menurut dia, laporan pertama kali berasal dari warga yang melihat kobaran api pada alat berat tersebut. Petugas kemudian melakukan respons cepat guna memastikan api tidak merambat ke area lain di sekitar lokasi pembukaan lahan.
Selain melakukan pengamanan, petugas juga mendata kondisi ekskavator yang terbakar. Hingga berita ini diturunkan, tingkat kerusakan alat berat maupun total kerugian akibat kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan.
David menegaskan seluruh informasi yang tersedia saat ini masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.
“Anggota kami masih berada di lapangan. Untuk informasi detail terkait kronologi, kondisi alat, maupun penyebab pasti kebakaran masih menunggu laporan resmi,” tegasnya.









Komentar