MANGGARAI BARAT–Di tengah ketakutan terhadap gempa susulan, warga Kampung Baru, Desa Watu Baru, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terpaksa meninggalkan rumah dan bertahan di tenda darurat yang mereka bangun sendiri.
Kondisi tersebut terjadi setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Hingga Kamis (20/8/2026), warga terdampak di Kampung Baru dilaporkan belum menerima bantuan dari pemerintah, sementara sejumlah rumah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak ditempati.
Jeron, warga asal Kampung Baru, mengatakan masyarakat saat ini menghadapi kondisi sulit karena sebagian besar warga memilih tidak tinggal di dalam rumah. Mereka mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah dengan perlengkapan yang tersedia.
“Sekarang hampir semua warga di sana sudah tidak berada dalam rumah. Mereka takut dengan gempa yang masih terjadi. Karena itu, warga memilih membuat tenda di luar rumah untuk tempat berlindung sementara,” ujar Jeron saat dikonfirmasi Media Hariancerdas.com.
Menurut dia, tenda-tenda tersebut dibuat oleh masing-masing keluarga terdampak tanpa dukungan fasilitas yang memadai. Kondisi pengungsian berlangsung dengan keterbatasan, terutama untuk kebutuhan perlindungan dari cuaca dan perlengkapan tidur.
“Warga membuat tenda sendiri dengan fasilitas seadanya. Mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah dalam situasi darurat seperti sekarang. Terpal dan kain selimut sangat dibutuhkan, selain kebutuhan lainnya untuk bertahan selama berada di luar rumah,” katanya.
Jeron menyebut kerusakan rumah di Kampung Baru diperkirakan mencapai sekitar 35 unit. Beberapa rumah mengalami kerusakan sangat parah hingga tidak memungkinkan warga kembali menempatinya dalam kondisi sekarang.
“Untuk Kampung Baru saja, kurang lebih ada 35 unit rumah yang terdampak atau mengalami kerusakan. Ada beberapa rumah yang hancur dan sudah tidak bisa dihuni lagi. Kondisi ini tentu membuat warga semakin takut untuk kembali ke rumah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut baru merupakan perkiraan untuk Kampung Baru. Kondisi kampung-kampung lain yang masih berada dalam wilayah Desa Watu Baru belum diketahui secara pasti karena belum ada konfirmasi mengenai jumlah rumah terdampak.
“Kalau kampung-kampung lain yang masih satu desa dengan Kampung Baru, kami belum mendapatkan konfirmasi secara lengkap. Jadi, untuk sementara yang kami ketahui baru kondisi di Kampung Baru,” jelas Jeron.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan pokok, tetapi juga perlengkapan untuk mendukung kehidupan selama berada di lokasi pengungsian.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pendataan secara menyeluruh dan melihat langsung kondisi masyarakat terdampak.
“Kami mengharapkan pihak pemerintah memperhatikan kondisi warga. Mereka sekarang tidak bisa beraktivitas banyak karena masih takut dan sebagian rumah sudah rusak. Pemerintah perlu hadir memberikan bantuan dalam keadaan darurat ini,” tutur Jeron.
Ia berharap penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan sesegera mungkin, terutama bagi keluarga yang rumahnya rusak berat dan terpaksa mengungsi secara mandiri.
“Yang paling penting sekarang adalah bantuan dan perhatian. Warga membutuhkan terpal, selimut dan kebutuhan lainnya. Jangan sampai masyarakat yang terdampak harus terus bertahan sendiri dalam kondisi seperti ini,” pungkasnya.(es)








