Enam Hari Pascagempa, 30 Rumah di Kampung Rujung Manggarai Timur Dilaporkan Hancur, Bantuan Belum Tiba

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI TIMUR–Warga Kampung Rujung, Desa Golo Munga Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mengaku belum menerima bantuan pemerintah meski sudah enam hari sejak gempa bumi melanda wilayah tersebut.

Informasi itu disampaikan Febimor Setiyawan, warga Kampung Rujung, kepada Media Hariancerdas, Kamis (20/8/2026).

Ia mengatakan masyarakat masih membutuhkan perhatian pemerintah karena kondisi di kampung belum sepenuhnya pulih.

“Sudah masuk hari keenam, belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, baik itu Bupati, camat, begitu pun dari desa. Saya sangat berharap pemerintah bisa membantu,” ujar Febimor.

Kampung Rujung tercatat memiliki sekitar 80 kepala keluarga yang menempati kurang lebih 75 rumah. Dari pendataan sementara yang diperoleh warga, sekitar 30 rumah mengalami kerusakan hingga hancur akibat gempa.

Febimor menyebut jumlah tersebut masih berupa data awal. Ia belum dapat memastikan angka kerusakan secara keseluruhan karena masyarakat masih takut melakukan aktivitas di tengah kondisi pascagempa.

“Saya juga belum bisa mendapatkan data yang akurat karena mereka di kampung sangat takut mau melakukan aktivitas,” katanya.

Situasi tersebut membuat proses pemeriksaan kondisi rumah belum berlangsung secara maksimal. Warga yang rumahnya terdampak membutuhkan pendataan lebih lanjut untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Menurut Febimor, persoalan tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan. Akses menuju Kampung Rujung juga mengalami kendala sehingga mobilitas warga maupun pihak luar menuju lokasi menjadi terbatas.

“Jalan menuju kampung sudah tidak layak dilalui kendaraan roda empat. Hanya roda dua yang bisa lewat,” ujarnya.

Kondisi akses tersebut menjadi perhatian karena kendaraan roda empat dibutuhkan untuk membawa bantuan dalam jumlah besar maupun mengangkut perlengkapan yang diperlukan warga terdampak.

Jalan yang sulit dilalui juga berpotensi menghambat proses penanganan apabila terdapat warga yang membutuhkan evakuasi.

Febimor berharap pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera mengirim petugas untuk melihat langsung kondisi Kampung Rujung.

Kehadiran petugas di lapangan dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai jumlah rumah rusak dan kebutuhan masyarakat tidak hanya berdasarkan laporan dari warga.

“Kami berharap pemerintah segera turun melihat kondisi kami di kampung dan membantu masyarakat yang terdampak,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah desa dan kecamatan dapat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mempercepat penanganan.

Menurutnya, warga membutuhkan kepastian mengenai langkah yang akan dilakukan setelah bencana, terutama bagi keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan.

Selain kebutuhan bantuan, warga juga memerlukan akses yang memungkinkan distribusi logistik berlangsung. Perbaikan atau penanganan sementara pada ruas jalan menuju kampung dinilai penting agar kendaraan pengangkut bantuan dapat menjangkau lokasi.

Febimor menuturkan masyarakat saat ini masih berusaha bertahan dengan kemampuan sendiri sembari menunggu adanya penanganan dari pihak berwenang.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu karena masyarakat masih dalam kondisi takut dan membutuhkan perhatian,” tuturnya.

Warga Kampung Rujung berharap kondisi mereka segera mendapat respons. Pendataan kerusakan, pemeriksaan keselamatan bangunan, bantuan kebutuhan dasar, serta penanganan akses jalan menjadi sejumlah hal yang dinantikan masyarakat setelah enam hari bencana berlalu.

Hingga informasi ini disampaikan, seluruh keterangan mengenai kondisi Kampung Rujung berasal dari laporan warga melalui Febimor Setyawan dan masih memerlukan verifikasi lapangan dari pemerintah maupun instansi terkait. (es)

Berita Terkait

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala
Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar
Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎
Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎
Febrie Adriansyah Ingin Kembali Berantas Korupsi Jika Bebas dari Dakwaan, Singgung Pengabdian 30 Tahun
Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:12 WIB

Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Febrie Adriansyah Ingin Kembali Berantas Korupsi Jika Bebas dari Dakwaan, Singgung Pengabdian 30 Tahun

Berita Terbaru