Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN, Dadan Hindayana, dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

“Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Pertama, Saudara Dadan sebagai Kepala BGN, kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala BGN, dan ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala BGN. Tentunya disertai ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini,” ujar Prasetyo.

Selain menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN yang baru, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

BGN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik Presiden Prabowo pada Agustus 2024.

Selama masa kepemimpinannya, program MBG menghadapi berbagai tantangan, termasuk sejumlah kasus keracunan yang menimpa siswa penerima manfaat. Menyusul kejadian tersebut, BGN beberapa kali membekukan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyediakan makanan dalam program MBG.

Berdasarkan data per 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025, sebanyak 8.182 SPPG tercatat pernah dikenai penghentian sementara (suspensi).

Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang telah diperkenalkan sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Berdasarkan data yang dirilis pada 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program tersebut telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.

 

Berita Terkait

Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan
Karhutla Sumatra dan Kalimantan Belum Tuntas, Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel
Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai
Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores
Korban Gempa Flores Disebut Meninggal di Tenda, Mahasiswa Desak Pemerintah Bertindak
Mahasiswa NTT di Makassar Soroti Penanganan Gempa Flores, Minta Pemerintah Perhatikan Korban

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Karhutla Sumatra dan Kalimantan Belum Tuntas, Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores

Berita Terbaru