Mahasiswa NTT di Makassar Soroti Penanganan Gempa Flores, Minta Pemerintah Perhatikan Korban

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kalvin Kalvares

Kalvin Kalvares

MAKASSAR– Mahasiswa dan pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Makassar menggelar aksi protes untuk menyuarakan kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores. Aksi tersebut menjadi bentuk desakan agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap korban dan proses pemulihan pascabencana.

Salah satu peserta aksi, Kalvin Kalvares, mengatakan aksi dilakukan karena mereka menilai penanganan bencana di Pulau Flores masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, masyarakat terdampak masih menghadapi berbagai persoalan setelah gempa.

“Kami melihat pemerintah saat ini gagal menangani bencana yang ada di Pulau Flores. Kehadiran kami dalam aksi ini untuk meminta perhatian pemerintah agar melihat kondisi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Kalvin Kalvares, Senin (05/10/2026).

Menurut Kalvin, mahasiswa dan pemuda NTT di Makassar memilih turun ke jalan untuk menyampaikan keresahan masyarakat. Mereka meminta pemerintah tidak mengabaikan kondisi warga yang masih membutuhkan bantuan setelah bencana.

Ia mengatakan perhatian pemerintah diperlukan karena korban gempa masih membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan setelah bencana.

Pemerintah, kata dia, harus melihat langsung kondisi masyarakat terdampak sehingga kebijakan dan bantuan yang diberikan dapat menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kami melihat saudara-saudara kita yang ada di Nusa Tenggara Timur sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Karena itu, kami meminta pemerintah melihat kondisi yang terjadi di lapangan,” katanya.

Kalvin juga menyampaikan kritik terhadap pemerintah pusat dalam menangani bencana di Flores. Ia menilai negara perlu menunjukkan kehadiran secara nyata melalui langkah penanganan dan pemulihan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya memberikan perhatian pada saat masa tanggap darurat. Pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana juga harus menjadi bagian penting dari penanganan, terutama bagi warga yang masih merasakan dampak gempa.

“Kami beserta kawan-kawan menyampaikan bahwa Pulau Flores hari ini belum pulih dari luka yang terjadi. Kami sangat merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Kalvin.

Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mengambil keputusan yang lebih konkret untuk membantu masyarakat terdampak.

Kalvin juga meminta pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

“Kami berharap pemerintah memiliki keputusan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur. Pemerintah harus melihat kondisi yang terjadi dan kebutuhan korban,” katanya.

Kalvin menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda NTT terhadap masyarakat di Flores. Mereka ingin suara masyarakat terdampak menjadi perhatian dalam proses pengambilan kebijakan pemerintah.

Ia berharap pemerintah segera memperkuat langkah penanganan dan pemulihan sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Menurutnya, kondisi Flores yang masih menghadapi dampak bencana membutuhkan perhatian berkelanjutan, bukan hanya respons sesaat.

“Kami bersama kawan-kawan ingin menyampaikan kondisi saudara-saudara kami di Nusa Tenggara Timur. Semoga pemerintah dapat melihat keadaan masyarakat dan mengambil langkah nyata untuk memberikan pertolongan,” tutup Kalvin. (Eventius)

Berita Terkait

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan
Karhutla Sumatra dan Kalimantan Belum Tuntas, Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel
Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai
Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores
Korban Gempa Flores Disebut Meninggal di Tenda, Mahasiswa Desak Pemerintah Bertindak
108 Korban Disebut Meninggal di Tenda Pengungsian, Mahasiswa NTT Desak Pertanggungjawaban Negara
Mahasiswa Flores Demo di Makassar, Desak Pemerintah Evaluasi Penanganan Gempa

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Karhutla Sumatra dan Kalimantan Belum Tuntas, Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores

Berita Terbaru