Ratusan Massa TBBR Gelar Aksi Damai di PT TCM, Tuntut Penyelesaian Hak Masyarakat Adat

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Breaking News – Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) menggelar aksi damai di areal operasional PT Trubaindo Coal Mining (TCM), Kabupaten Kutai Barat, Jumat (19/6/2026).

Massa yang mengenakan atribut adat Dayak dan seragam merah memadati pintu masuk perusahaan tambang batu bara tersebut sejak pagi hari.

Aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian dari Polres Kutai Barat berlangsung tertib. Sejumlah personel keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi damai yang ditujukan kepada Kapolres Kutai Barat, kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian pendapat di muka umum sekaligus menegaskan tuntutan penyelesaian hak masyarakat adat yang selama ini menjadi perhatian kelompok massa aksi.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPD TBBR Kutai Barat, Darpon, disebutkan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan yang sebelumnya difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Pada pertemuan tersebut, pemerintah telah menjalankan fungsi mediasi, namun hasilnya berakhir dengan kesimpulan bahwa para pihak tetap berada pada posisi masing-masing atau tidak mencapai kesepakatan.

Massa aksi yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Kutai Barat. Informasi di lapangan menyebutkan peserta aksi juga datang dari sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah dan Kabupaten Paser. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah membuat jumlah massa yang berkumpul diperkirakan mencapai ratusan orang.

Sejak tiba di lokasi, massa memilih bertahan di depan gerbang perusahaan sambil menunggu kehadiran perwakilan manajemen PT TCM. Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum terlihat hadir untuk menemui peserta aksi.

Situasi tersebut membuat massa tetap berkumpul di area pintu masuk perusahaan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Beberapa tokoh dan koordinator lapangan tampak memberikan arahan kepada peserta agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Dalam surat pemberitahuan aksi, TBBR menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bersifat damai dan mengedepankan etika serta ketertiban umum. Organisasi tersebut juga meminta pengamanan dari pihak kepolisian guna memastikan jalannya aksi berjalan lancar.

Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya aksi. Arus keluar masuk kendaraan menuju area perusahaan juga terpantau dalam pengawasan petugas.

Hingga siang hari, massa aksi masih bertahan di depan gerbang PT TCM sembari menunggu respons dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang mereka sampaikan.

Berita Terkait

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan
Peternakan Babi di Permukiman Makassar Ditertibkan Usai Keluhan Warga
Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai
Karhutla Kalteng Tembus 17 Ribu Hektare, Candaan Agustiar Sabran Jadi Sorotan
Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores
Perjuangan Excel Belum Usai, Keluarga Berharap Bantuan untuk Pengobatan Lanjutan 
Polisi Tetapkan Emiliana Helni Tersangka, Kasus Facebook Segera Dilimpahkan ke Jaksa 

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Peternakan Babi di Permukiman Makassar Ditertibkan Usai Keluhan Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores

Berita Terbaru