Perjuangan Excel Belum Usai, Keluarga Berharap Bantuan untuk Pengobatan Lanjutan 

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Excel kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat

Excel kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat

LABUAN BAJO—Di usia 13 tahun, ketika anak-anak seusianya sibuk belajar dan bermain, Andreas Excel Cleon Derrel Dura harus berjuang menghadapi gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan medis lanjutan. Di tengah kecemasan, keluarga berharap kepedulian masyarakat dan pemerintah dapat membantu perjuangan Excel untuk memperoleh pengobatan.

Excel kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan hasil pemeriksaan CT scan yang disampaikan keluarga, ditemukan massa di dalam kepala yang menekan beberapa bagian otak, disertai dugaan penumpukan cairan otak.

Bocah tersebut merupakan putra pasangan Alfonsus Supardi Dura dan Maria Margareta, warga Waso, RT 010/RW 002, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Kepada media ini, Jumat (9/10/2026), Alfonsus Supardi Dura menceritakan bahwa keluarganya membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan Excel. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas sehari-hari sang anak, yang kini mengalami kesulitan berjalan dan berbicara dengan jelas.

Bagi Alfonsus dan Maria, melihat putra mereka menghadapi kondisi kesehatan seperti ini menjadi beban emosional tersendiri. Mereka berharap Excel memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

“Mohon doa dan bantuan untuk anak kami. Dengan hati yang penuh harapan, kami memohon uluran tangan dari Bapak/Ibu serta saudara-saudari yang baik hati. Saat ini, anak kami sedang menjalani perawatan dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut,” ungkap Alfonsus.

Selain menjalani perawatan di Labuan Bajo, keluarga berharap Excel dapat dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar, Bali, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh penanganan sesuai rekomendasi dokter.

Namun, rencana tersebut membutuhkan persiapan, mulai dari biaya transportasi hingga kebutuhan selama menjalani perawatan. Keluarga berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mengupayakan proses pengobatan lanjutan.

“Sebagai orang tua, kami hanya ingin melihat anak kami kembali sehat. Kami ingin Excel bisa berjalan, berbicara dengan baik, dan menjalani kehidupannya seperti anak-anak lainnya,” demikian harapan keluarga.

Untuk meringankan beban biaya pengobatan, keluarga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan bantuan secara sukarela. Donasi diharapkan dapat membantu kebutuhan pemeriksaan, pengobatan, perawatan, serta rencana rujukan ke Denpasar.

Alfonsus mengatakan, keluarga tidak menetapkan besaran bantuan. Menurutnya, setiap bentuk kepedulian sangat berarti bagi perjuangan anaknya.

“Kami menyadari bahwa tidak semua orang memiliki rezeki yang berlebih. Namun, sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi kami dan perjuangan anak kami,” ungkapnya.

Keluarga juga berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai dapat memberikan perhatian dan mengupayakan bantuan sesuai kewenangan serta program yang tersedia, terutama untuk mendukung akses pelayanan kesehatan lanjutan.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui rekening BRI atas nama Alfonsus Supardi Dura, ayah kandung Excel, dengan nomor rekening 473001027349531. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor telepon +62 812-4615-6783.

Alfonsus turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian, doa, dan bantuan bagi keluarganya.

“Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi perjuangan anak kami. Terima kasih kepada semua orang baik yang telah mendoakan dan membantu kami. Semoga Tuhan membalas setiap kebaikan dengan berkat yang berlimpah. Amin,” tuturnya.

Di tengah perjuangan yang belum usai, keluarga berharap Excel mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Mereka juga berharap kepedulian masyarakat dan perhatian pemerintah dapat menjadi penguat untuk melewati masa sulit ini.

Bagi keluarga, setiap doa dan uluran tangan merupakan harapan agar Excel memiliki kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik. (Inong)

 

Berita Terkait

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan
Peternakan Babi di Permukiman Makassar Ditertibkan Usai Keluhan Warga
Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai
Karhutla Kalteng Tembus 17 Ribu Hektare, Candaan Agustiar Sabran Jadi Sorotan
Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores
Korban Gempa Flores Disebut Meninggal di Tenda, Mahasiswa Desak Pemerintah Bertindak
108 Korban Disebut Meninggal di Tenda Pengungsian, Mahasiswa NTT Desak Pertanggungjawaban Negara

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Peternakan Babi di Permukiman Makassar Ditertibkan Usai Keluhan Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Jalan Strategis Tanpa Jembatan, Warga Manggarai Timur Masih Berjuang Seberangi Sungai

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Jangan Bicara 2029, Mahasiswa Desak Pemerintah Prioritaskan Korban Gempa Flores

Berita Terbaru