Terpal Jadi Kebutuhan Mendesak, Warga Liang Dalo Masih Menanti Bantuan

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI TIMUR—Sejumlah warga Kampung Liang Dalo, Desa Golo Wontong, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di ruang terbuka setelah sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa.

Hingga Kamis (20/8/2026), masyarakat setempat mengaku belum menerima bantuan, sementara kebutuhan tempat tinggal sementara dan makanan semakin mendesak.

Di tengah kondisi tersebut, warga terlihat berkumpul bersama di area terbuka dengan sarana seadanya. Perempuan, anak-anak, dan warga lainnya menempati alas bambu yang digunakan sebagai tempat berkumpul sekaligus beristirahat.

Tidak jauh dari lokasi, tampak rumah dengan bagian dinding dan konstruksi yang runtuh. Material seperti batu, kayu serta pecahan bangunan masih berada di sekitar permukiman.

Keadaan itu mendorong masyarakat membangun tempat perlindungan secara mandiri. Namun, keterbatasan perlengkapan membuat upaya tersebut belum memadai.

Warga membutuhkan terpal agar dapat mendirikan tenda sederhana yang bisa digunakan untuk berlindung sementara.

Bibiana Nuti, warga Kampung Liang Dalo, mengatakan kondisi masyarakat masih memerlukan perhatian serius. Ia menyampaikan laporan tersebut kepada Media Hariancerdas.com pada Kamis (20/8/2026).

“Saya dari Manggarai Timur, Lamba Leda Utara, tepatnya Desa Golo Wontong, Kampung Liang Dalo. Sampai sekarang kampung saya belum tersentuh oleh bantuan. Kami sangat membutuhkan perhatian karena keadaan warga masih serba terbatas,” ujar Bibiana.

Menurut dia, perlengkapan untuk mendirikan tempat pengungsian menjadi kebutuhan yang paling mendesak. Warga memilih membuat tenda sendiri agar memiliki ruang aman untuk beristirahat, terutama bagi keluarga yang rumahnya terdampak.

“Untuk saat ini kami sangat butuh terpal untuk pembuatan tenda mandiri. Selain itu, bahan makanan juga sangat diperlukan. Kami berharap kebutuhan tersebut bisa segera dipenuhi karena masyarakat masih menghadapi situasi sulit,” katanya.

Kondisi permukiman menunjukkan dampak kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Sejumlah bangunan tampak kehilangan bagian dinding, sedangkan beberapa material konstruksi jatuh dan menumpuk di halaman.

Rumah-rumah yang terdampak membutuhkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut sebelum dapat kembali digunakan.

Sementara itu, warga tetap berkumpul dalam kelompok di luar rumah. Situasi tersebut memperlihatkan keterbatasan tempat berlindung yang dihadapi masyarakat.

Kehadiran anak-anak dan perempuan di antara warga yang berada di ruang terbuka juga menjadi perhatian karena mereka membutuhkan lokasi yang aman dan layak selama masa tanggap darurat.

Bibiana berharap bantuan dapat menjangkau kampungnya tanpa harus menunggu kondisi semakin parah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat ini bersifat mendasar dan berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya membutuhkan terpal untuk mendirikan tempat berteduh dan makanan untuk kebutuhan warga. Kami berharap ada bantuan yang segera datang sehingga masyarakat tidak terus bertahan dalam keadaan seperti ini,” tutur Bibiana.

Ia juga berharap kondisi warga Kampung Liang Dalo mendapat perhatian dari pemerintah serta pihak lain yang bergerak dalam penanganan bencana. Bagi masyarakat setempat, bantuan terpal dan pangan menjadi kebutuhan prioritas yang harus segera tersedia.(es)

 

Berita Terkait

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala
Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar
Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎
Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎
Febrie Adriansyah Ingin Kembali Berantas Korupsi Jika Bebas dari Dakwaan, Singgung Pengabdian 30 Tahun
Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:12 WIB

Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Febrie Adriansyah Ingin Kembali Berantas Korupsi Jika Bebas dari Dakwaan, Singgung Pengabdian 30 Tahun

Berita Terbaru