Dari Posko Pengungsian ke RSUD Komodo, Elvis Jehama Pastikan Korban Gempa Matim Tak Sendiri

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI TIMUR— Di tengah proses pemulihan yang belum sepenuhnya selesai, sejumlah warga Manggarai Timur masih harus bertahan jauh dari kampung halaman.

Mereka kini berada di Labuan Bajo, menunggu jadwal kontrol dan memastikan kondisi kesehatan kembali pulih setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Fraksi NasDem, Elvis Jehama. Kamis (3/9/2026), Elvis mendatangi warga asal Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, yang masih berada di posko pengungsian di Labuan Bajo.

Kunjungan itu bukan sekadar melihat kondisi korban. Elvis berdiskusi langsung dengan warga, mendengarkan cerita mereka selama menjalani masa pemulihan, termasuk kondisi kesehatan dan kebutuhan yang masih mereka perlukan selama berada di Labuan Bajo.

Bagi para korban, masa setelah bencana tidak serta-merta berakhir ketika gempa berhenti. Luka akibat tertimpa material bangunan masih membutuhkan penanganan, sementara proses kontrol kesehatan membuat sebagian warga belum dapat kembali menjalani kehidupan seperti sebelum bencana.

Elvis mengatakan, perhatian terhadap korban harus terus diberikan, termasuk kepada mereka yang harus menjalani perawatan di luar wilayah Manggarai Timur.

“Kita tidak boleh hanya hadir ketika bencana terjadi. Setelah itu, korban juga harus tetap diperhatikan, terutama mereka yang masih menjalani perawatan dan pemulihan,” kata Elvis saat menemui warga.

Usai bertemu para korban, Elvis melanjutkan kunjungannya dengan mendatangi RSUD Komodo. Ia bertemu dengan pihak manajemen rumah sakit dan diterima oleh dr. Elisabeth untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi pasien asal Manggarai Timur yang menjadi korban gempa.

Dari pertemuan tersebut, diperoleh informasi bahwa sebanyak 19 pasien asal Manggarai Timur sempat mendapatkan perawatan di RSUD Komodo akibat dampak gempa bumi.

Sebanyak 18 pasien telah mengalami pemulihan dan diperbolehkan kembali pulang. Sementara itu, seorang pasien anak berusia tujuh tahun masih menjalani perawatan di RSUD Komodo.

Sebagian besar pasien mengalami patah tulang akibat tertimpa material bangunan maupun dampak langsung guncangan gempa. Kondisi itu membuat proses pemulihan membutuhkan waktu dan pengawasan medis.

Elvis menilai, data tersebut menjadi pengingat bahwa dampak bencana tidak hanya terlihat dari kerusakan rumah dan fasilitas umum. Ada warga yang harus menjalani perawatan panjang dan meninggalkan kampung halaman untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Yang kita lihat hari ini bukan hanya angka pasien. Di balik angka itu ada warga, ada keluarga, dan ada harapan untuk bisa segera pulang dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah, pihak rumah sakit, keluarga, serta berbagai pihak terkait dapat terus memastikan kebutuhan korban terpenuhi selama proses pemulihan.

Menurut Elvis, warga yang masih menjalani perawatan maupun kontrol lanjutan perlu mendapatkan pendampingan agar tidak menghadapi masa sulit tersebut seorang diri.

“Kita berharap seluruh korban diberikan kesehatan dan kekuatan. Pendampingan harus tetap berjalan sampai mereka benar-benar pulih dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” katanya.

Kunjungan Elvis tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap warga Manggarai Timur yang terdampak gempa dan kini masih menjalani proses pemulihan di luar daerah.

Bagi para korban, perjalanan menuju kesembuhan mungkin masih panjang. Namun perhatian dan kehadiran berbagai pihak menjadi bagian penting untuk menguatkan mereka melewati hari-hari setelah bencana. (Inong)

Berita Terkait

Warga Korban Gempa Masih di Tenda, BNPB Desak Huntara Manggarai Timur Segera Dibangun
GMNI Gowa Desak Pertamina dan Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi
Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini: Makassar Cerah Berawan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca
Multi Krisis Kepung Makassar, KP-GRD Soroti Kelangkaan BBM, LPG 3 Kg dan Listrik
BBM Subsidi Sulit Didapat, Makassar Dipenuhi Antrean hingga 3 Jam 
Di Tengah Dinamika Politik Gowa, Desi Rafitah Ingatkan Pentingnya Etika dan Martabat Perempuan
Papan Penutupan Masih Terpasang, Aktivitas Keluar-Masuk PT IKN Banyumas Jadi Sorotan
Dari Tanah Papua untuk Manggarai Timur, Keluarga Flobamora Waropen Ulurkan Bantuan bagi Korban Gempa 

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:45 WIB

Warga Korban Gempa Masih di Tenda, BNPB Desak Huntara Manggarai Timur Segera Dibangun

Sabtu, 12 September 2026 - 12:50 WIB

GMNI Gowa Desak Pertamina dan Pemerintah Benahi Distribusi BBM Bersubsidi

Jumat, 11 September 2026 - 06:16 WIB

Cuaca Sulawesi Selatan Hari Ini: Makassar Cerah Berawan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

Kamis, 10 September 2026 - 23:44 WIB

Multi Krisis Kepung Makassar, KP-GRD Soroti Kelangkaan BBM, LPG 3 Kg dan Listrik

Kamis, 10 September 2026 - 23:16 WIB

BBM Subsidi Sulit Didapat, Makassar Dipenuhi Antrean hingga 3 Jam 

Berita Terbaru