PAD Kutai Barat Baru Terealisasi 15,9 Persen pada Semester Pertama 2026

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KUBAR – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Kutai Barat hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp39,34 miliar.

Nilai tersebut setara dengan 15,9 persen dari total target PAD tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp247,41 miliar.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Databoks dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, target PAD Kabupaten Kutai Barat tahun ini mengalami kenaikan sebesar 2,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total PAD yang telah terealisasi selama periode Januari hingga Juni 2026, kontribusi terbesar berasal dari pos Lain-Lain PAD yang Sah dengan nilai Rp19,30 miliar. Sementara itu, penerimaan dari Pajak Daerah mencapai Rp18,90 miliar.

Adapun sektor Retribusi Daerah menyumbang Rp1,15 miliar terhadap total realisasi PAD Kabupaten Kutai Barat pada semester pertama tahun ini.

Capaian tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang yang cukup besar bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan hingga akhir tahun anggaran.

Upaya peningkatan penerimaan dari sektor pajak, retribusi, dan sumber pendapatan lainnya dinilai penting guna mendukung pelaksanaan program pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sumber: Databoks

Berita Terkait

Menempati Hunian Sementara, Warga Bugis Masih Menggantungkan Harapan pada Huntap
Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala
Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar
Mendagri Terbitkan SK Pemberhentian Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Jadi Plt ‎
Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎
Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama
Warga Busang Keluhkan Dugaan Tambang Ilegal, Sumber Air PDAM Jadi Kekhawatiran
Polusi PM2.5 Meningkat, BPBD Makassar Minta Warga Waspadai Dampak Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Menempati Hunian Sementara, Warga Bugis Masih Menggantungkan Harapan pada Huntap

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari, Distribusi di Bali Terkendala

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Listrik Batam Bermasalah, Bahlil Ungkap Dugaan Petir hingga Gangguan Kelelawar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:12 WIB

Pengelola Air Terjun Tiwu Pai Minta Legalitas, Potensi Wisata Manggarai Menanti Kepastian ‎

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Menanti Hujan di Kalimantan Tengah, Pemerintah Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pemadama

Berita Terbaru