MAKASSAR— Masyarakat yang membuka penggalangan dana atau open donasi melalui media sosial diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penipuan yang memanfaatkan kegiatan kemanusiaan.
Modus yang dialami dua pengelola donasi ini memiliki pola serupa: seseorang mengirim bukti transfer, kemudian meminta uang dikembalikan, sementara dana yang disebut telah ditransfer ternyata tidak tercatat masuk ke rekening penerima.
Pengalaman pertama disampaikan Varianus Smaun. Saat membuka penggalangan dana melalui organisasinya, Varianus menggunakan rekening yang tercantum pada banner open donasi.
Ia kemudian menerima bukti transaksi dari seseorang yang mengaku telah mengirim donasi sebesar Rp800.000.
“Awalnya saya menerima bukti transfer dan mengira donasi tersebut sudah dikirim. Setelah itu, pihak tersebut menghubungi saya dan mengatakan bahwa transfernya keliru. Mereka meminta sebagian uang dikembalikan. Karena berkaitan dengan donasi, saya tentu harus memastikan lebih dahulu,” ujar Varianus, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurut Varianus, setelah menerima permintaan tersebut, dirinya tidak langsung mengirimkan uang. Ia mengecek rekening melalui layanan mobile banking untuk memastikan transaksi benar-benar masuk.
“Setelah saya cek melalui mobile banking, uang Rp800.000 itu tidak ada masuk sama sekali. Saldo rekening tidak bertambah dan transaksi tersebut juga tidak terlihat. Dari situ saya mulai menyadari bahwa bukti transfer yang dikirim tidak bisa langsung dipercaya,” katanya.
Varianus mengingatkan pengelola donasi agar tidak terburu-buru memenuhi permintaan pengembalian dana hanya berdasarkan tangkapan layar atau bukti transfer yang dikirim melalui percakapan.
“Jangan langsung percaya pada screenshot. Yang paling penting adalah mengecek saldo dan mutasi rekening. Kalau uang belum masuk, jangan mengembalikan uang kepada siapa pun. Apalagi kalau pihak tersebut mendesak agar uang segera dikirim kembali,” tegasnya.
Kejadian serupa dialami Eventius Suparno ketika membuka open donasi melalui akun media sosial Updates Kubar untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Flores. Eventius menerima pesan dari seseorang yang mengaku ingin memberikan donasi.
“Pelaku mengirim bukti transfer sebesar Rp1,5 juta melalui WhatsApp. Setelah mengirim bukti itu, dia kemudian meminta uang dikembalikan karena mengaku terjadi kesalahan transfer. Saya tidak langsung mengembalikan karena harus memastikan dulu apakah uang tersebut benar-benar masuk,” kata Eventius.
Eventius kemudian memeriksa saldo rekening dan memastikan transaksi masuk melalui layanan perbankan. Hasil pengecekan menunjukkan dana Rp1,5 juta yang tercantum dalam bukti transfer tidak masuk ke rekening.
“Setelah saya cek, saldo tetap normal. Uang Rp1,5 juta itu tidak ada masuk sepeser pun. Karena itu, saya memilih tidak mengembalikan uang berdasarkan bukti transfer tersebut. Ini menjadi pelajaran bahwa bukti transfer saja tidak cukup untuk memastikan sebuah donasi sudah diterima,” ujarnya.
Eventius menilai modus semacam ini berbahaya karena menyasar orang yang sedang menjalankan aksi kemanusiaan. Pengelola donasi yang terburu-buru mengembalikan uang berpotensi mengalami kerugian.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengelola open donasi supaya lebih berhati-hati. Setiap donasi harus dicek melalui mutasi rekening atau saldo. Kalau belum masuk, jangan pernah mengembalikan dana hanya karena ada bukti transfer yang dikirim melalui WhatsApp,” katanya.
Kedua pengalaman tersebut menjadi peringatan bahwa bukti transaksi digital dapat digunakan untuk meyakinkan calon korban. Bukti harus disimpan.
“Bagi kami, donasi adalah amanah untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, setiap transaksi harus benar-benar jelas. Kami tidak ingin niat baik masyarakat justru dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Semoga kejadian seperti ini menjadi perhatian bersama dan masyarakat semakin waspada saat berdonasi online secara bersama,” lanjut Eventius.
Masyarakat juga diimbau tidak panik ketika menerima klaim salah transfer. Jangan mengikuti instruksi pengirim sebelum memastikan dana tercatat pada rekening.(es)








